Bukan Milik Kita

Holla Readers!!!

Kalau kata lagunya Babang Ariel β€œtak ada yang abadi”, itu memang benar adanya. Segala sesuatu di dunia ini yang kita kira adalah milik kita, sebenarnya adalah bukan milik kita. Terkesan klise mungkin kalau aku menulis ini. Beberapa yang membaca ini, mungkin ngomong sendiri dalam hati : β€œya iyalah, ini semua orang juga pada tahu kalau ga ada satupun di dunia ini yang beneran punya kita”

But the reality is not as easy as saying.

Handphone kesayangan misalnya. Mau ceritanya dibeli pake uang hasil kerja sendiri, mau ceritanya dibeli pakai gaji pertama kerja, kalau kata Allah itu handphone bukan rejeki kita lagi, ya handphone-nya bisa saja hilang. Hilang dalam sekejap mata, tanpa kita sempat sadar kapan dan dimana hilangnya.

Rencana menikah misalnya. Mau persiapannya sudah sematang mungkin, mau kitanya sudah sangat sayang dengan calon, kalau kata Allah tidak jodoh, ya bakalan tidak jadi nikah. Bakalan ada saja kejadian yang membuat pernikahannya batal. Mau rasanya sesakit atau seperih apapun, tetap saja impian buat hidup bersama orang yang kita sayang tidak terwujud.

Rumah impian misalnya. Mau ceritanya kita mati-matian berusaha mengumpulkan uang buat membayar DP dan cicilannya tiap bulan, kalau kata Allah rumah itu bukan rejeki kita, ya rumahnya bisa saja kebakaran atau isinya kemalingan. Hilang dalam hitungan detik, kesannya tidak peduli kalau kita sudah bekerja keras buat mendapatkan semua itu.

Suami atau istri kesayangan misalnya. Mau sesayang apapun, mau sebahagia apapun pernikahan,kalau kata Allah waktunya buat berpisah, bisa saja salah satu diantara suami/istri lebih dulu dipanggil Continue reading

Advertisements