Buku dan Isi Dompet

Holla Readers!!

Selamat siang dari kamar kosan yang jendelanya *lagi-lagi* dibuka lebar-lebar biar mood nulisnya bagus. Jadi ceritanya, seminggu yang lalu aku baru membeli buku Supernova karangan Dee yang judulnya “Petir” bareng Kak Novre di Togamas, biar dapet diskon 15%. Tapi sayangnya, waktu itu belinya bukan di jam 13.00 WIBT (Waktu Indonesia Bagian Togamas), melainkan masih di jam 12.00 WIBT. Coba aja kalau lagi jam 13.00, bisa dapet tambahan diskon toko sebesar 10% lagi. Di total-total, diskonnya jadi 25%. Lumayan banget. Sebenarnya sih masih mau muter-muter lagi tapi berhubung udah capek, capek kaki sama capek isi dompet, maka akhirnya aku putuskan buat jalan ke kasir sambil membawa 1 buku. Kenapa? Karena dari awal mau ke Togamas, udah diniatin beli bukunya cuma boleh 1 disebabkan oleh keterbatasan dana. Semakin banyak berkelililing toko, artinya semakin banyak novel bagus yang rasanya ingin dibeli. Bahaya kalau sampai beli 3 atau 4 buku sekaligus, ntar bulan ini aku mau makan pake apa??

Dan sebenarnya aku sadar banget aku tergolong ketinggalan jaman kalau beli dan baca buku serial Supernova baru-baru ini. Buku Supernova pertama yang judulnya “Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh” aja baru aku beli tanggal 15 Januari 2014. Di saat seorang teman, si Rafiq, udah mulai beli buku ini dari zaman kuliah dulu, aku malah baru punya buku-buku ini di tahun 2014. Tiap kali ke Togamas, yang dibeli bukannya buku yang new release, tapi mentok lagi ke buku Supernova, buku lama tapi stoknya masih tetap ada di Togamas. Awalnya memang suka banget sama tulisan-tulisan Dee, tapi lama kelamaan malah berubah jadi hasrat egois yaitu ngumpulin semua serial lengkap Supernova biar bagus kalau dipajang dan dijejerin di atas meja. Cuma tinggal ngelengkapin bukunya yang satu lagi, “Akar”.

Setelah dibaca, ternyata novel “Petir” ini terasa lebih ngawur tapi lebih ringan dibandingkan novel “Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh” dan “Partikel”. Aku baru tau ternyata Dee bisa kepikiran kalau manusia bisa punya kekuatan memanggil petir dan bisa mengalirkan energi listrik!!! Sungguh imajinatif sekali. Khas Dee. Tapi novel ini ujungnya ga jelas banget. Dan parahnya, sama sekali ga nyambung dengan novel berikutnya yang judulnya “Partikel”. Nah, terus kudu piye? Ya udah, selesai dibaca bukunya dipajang aja di atas meja sembari menunggu novel berikutnya “Gelombang” yang kali-kali aja jadi pelengkap dari novel-novel sebelumnya dan biar ceritanya jadi jelas.

Oiya, buat Readers semua, ada yang udah pernah baca buku “To Kill aMockingbird” karangan Harper Lee? Kalau udah pernah baca, bukunya worth to read atau ga? Sekalian reviewnya juga boleh kalau udah pernah baca. Terima kasiiih😀

Dan oiya lagi, ketika mengantri mau membayar novel “Petir” ini di kasir, aku dan Kak Novre malah sadar kalau ternyata jalan-jalan ke toko buku adalah salah satu hal yang dapat memotivasi kami untuk jadi orang yang sukses dan punya banyak duit. Mungkin terinsipirasi dari kekecewaan melihat banyak buku bagus yang ingin dibeli tapi isi dompet tak sampai. Miris.

Kak Novre : “Fan, nanti kita harus jadi orang sukses yang punyak duit banyak nih.”

Aku : “Bener kak, harus punya duit banyak biar kita bisa beli buku sebanyak yang kita mau tanpa mikirin keterbatasan dana”

Hiyak Readers, mohon di-amin-kan, semoga doa kami terkabul

“If you don’t have time to read, you don’t have the time (or the tools) to write. Simple as that – Stephen King”

With Love,

Salam Semangat!!!

*ditulis siang tadi tapi baru di-publish malam ini :)*

8 thoughts on “Buku dan Isi Dompet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s