Di Penghujung 6

Wahai Allah, detik ini aku hanya ingin mengucap syukur sebanyak-banyaknya.

Untuk semua nikmat yang tak akan pernah mampu aku hitung.

Untuk semua kasih sayang dan cinta yang menyeruak jauh jauh ke dalam hati.

Untuk semua rindu yang jauh jauh makin membuat aku mencinta.

Mencinta Engkau tempat nan paling paling kokoh untuk bersandar.

Obat yang paling paling mujarab ketika sakit dan perih hati menyapa.

Untuk cinta yang paling indah yang tak pernah menyakiti.

Untuk janji yang paling aku genggam erat karena Engkau pasti  menepatinya.

Untuk semua harapan yang aku titipkan kepada Engkau wahai yang Maha Perkasa, sebaik-baiknya tempat kembali

Untuk nikmat kembali dan mendapat ketenangan hanya dengan memejamkan mata kemudian mengeja namaMu.

Untuk nikmat sujud yang berurai tangis ketika aku sadar aku terlalu kotor dan hina untuk dengan pongah sempat melupakanMu.

Untuk nikmat kesendirian yang nyatanya sama sekali tak terasa sepi karena ada Engkau disana.

Teruntuk Ayah dan Ibu, manusia hebat yang senantiasa menyayangi, yang tak pernah lupa mendoakan.

Semoga Allah balas semua pengorbanan Ayah dan Ibu dengan kebaikan-kebaikan yang jauh jauh jauh lebih banyak. Semoga Allah berkenan mengumpulkan kita bersama kembali di surgaNya

Terima kasih untuk semua teman, semoga doa dan kebaikan yang sama juga dilimpahkan untuk kalian semua.

Maka nikmat Engkau yang mana lagi yang aku dustakan?

Semoga Engkau berkenan menjadikanku manusia yang mempersiapkan hari kembali itu sebaik mungkin.

*tulisan acak adul di penghujung 6 November*

One thought on “Di Penghujung 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s