Kenapa?

Holla Readers!!!

Dan selamat malam minggu untuk semua makhluk bumi yang sedang menikmati malam bersama yang dicinta. Semoga hati kita masih tetap bersandar pada tempat yang Maha layak untuk dicinta. Aamiin.

Pukul 22.55 WIB. Segelas susu panas sudah dihabiskan, wajah dan kaki sudah dicuci bersih dan lampu sudah dimatikan. Seharusnya aku sudah tertidur lelap sodara-sodara. Ya, seharusnya. Kalau dirunut dari kegiatan mulai dari pagi hari tadi hingga pukul setengah 6 sore, ini memang udah saatnya buat tidur lelap karena kecapekan. Tapi terkadang memang sering kali, fisik suka ga sejalan sama pikiran. Saking ga sejalannya mereka malam ini, fisikku bilang lelah, pikiranku malah bilang belum mau lelap *tak maukah kalian akur? Fiuuh!*

Ya, akhirnya fisik memang rada ga punya kuasa untuk ga patuh sama pikiran. Dan inilah aku, di depan laptop mencoba untuk meng-update blog supaya ga kehilangan status sebagai blogger *halaah* dengan mata yang sebenarnya udah ngantuk, setelah membersihkan kamar yang sebenarnya udah bersih *yakin bersih?*. Oke, sebenarnya masih ada beberapa debu yang terlewatkan di atas meja belajar dan di antara deretan buku. Bolehlah yaa, dibersihan dikit sambil nunggu ini badan benar-benar tepar kecapekan terus tiba-tiba jatuh ketiduran sambil megang kain lap.

Memang akhir-akhir ini, yang namanya tidur berkualitas itu jarang banget ketemu. Dan pelampiasan efek belum-bisa-tidur itu adalah kamar. Kamar jadi lebih rapi, bersih dan wangi. Habis dirapihin, terus kamar disemprotin sama parfum yang udah lama ga kepake. Disemprotin di gorden jendela, di dalam lemari, di bantal, di guling, di selimut. Nah, puyeng deh tu ciumin wanginya yang semerbak. Dan setelah dipikir-pikir dan dari hasil sebuah perbincangan, maka disimpulkan bahwa aku ternyata kurang latihan fisik. Latihan fisik? Angkat barbel? Ummm, apa 2 kali dalam seminggu mengangkat seember jemuran dari lantai 3 ke lantai 4 itu masih kurang berat? *Ya kaliiii berat, cuma ngelewatin satu lantai doang*. Oke. Atau jalan putar-putar hypermart hingga bikin betis ngilu itu masih belum cukup untuk ngelatih fisik? Yap, kesimpulannya belum. Belum cukup, Readers! Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh aku berniat untuk rutin olahraga. Iya, niat yaa niaat. Baru niat. Mohon doanya agar terealisasikan.

Dan malam ini pun berlanjut ke obrolan di Twitter. Komting angkatan yang kami cintai tiba-tiba bilang kangen sama masa-masa kebersamaan kami seangkatan *ya, aku juga rinduuu tiiinng*. Namun, ini perlu digarisbawahi. Kebersamaan yang manakah yang dirindukan? Masa-masa OSPEK ketika tampang masih culun dengan rok bahan hitam dan kemeja kotak-kotak sambil bawa buku suci dengan tampang memelas dan penuh was-was berjalan gerombolan ke jurusan sambil nunduk-nunduk nyapa “uda..”, “uni..” atau masa-masa perpetaan ketika perjuangan panas-panasan di bawah terik matahari sok-sok ukur tanah dan tidak tidur berhari-hari *agak didramatisir* untuk mengolah data  akhirnya dihadiahi kesempatan untuk mengulang pekerjaan yang sama tahun depannya alias gagal alias dapat nilai E? Indah dikenang memang, indah untuk diceritain kembali. Kenapa? Karena ada perjuangan disana. Perjuangan buat ga mau terus-terusan pake rok hitam dan kemeja kotak-kotak terus menerus. Solusinya? Ya patuh sama senior biar bisa dilantik masuk himpunan, hehe. Atau perjuangan buat ga mau kalah dengan keadaan kalau-dapat-nilai E-impian-buat-tamat-4 tahun-bakalan-sirna. Solusinya? Ya, terpaksa ngulang praktikum yang sama dengan perombakan strategi kuliah plus tenaga dan pikiran yang dua kali lipat mesti disiapin buat semester 6 yang amat hectic itu.

Setelah semua itu, aku tiba-tiba jadi merenung sendiri. Ada beberapa kesimpulan yang bisa disimpulkan. Satu, harus mesti kudu rutin olahraga *yyyeeellaaah*. Dua, hidup memang diwarnai dengan banyak perjuangan. Dan hal yang paling penting dari sebuah perjuangan adalah, alasan kenapa kita berjuang. Kenapa aku berjuang buat tetap ngotot harus bisa tamat dalam waktu 4 tahun? Karena aku ingin orangtuaku tidak lagi membayar uang kuliah untuk semester 9. Kenapa aku berjuang buat tetap ngotot ingin kuliah lagi? Karena aku ingin punya pekerjaan yang paling memungkinkanku untuk menyeimbangkan antara tanggungjawabku di rumah sebagai ibu dengan tanggungjawabku sebagai anak kepada orangtua. Atau untuk kasus lain misal, kenapa saya harus sesegera mungkin menyelesaikan kuliah saya? Karena saya ingin segera melihat orangtua saya tersenyum bangga melihat saya pakai toga. Atau, kenapa saya harus tetap bertahan bekerja di tempat yang sebenarnya tidak saya sukai ini? Karena ada orangtua dan adik-adik saya yang membutuhkan hasil kerja payah saya. Dan masih banyak, jutaan jenis perjuangan lainnya. Mungkin Readers semua bisa bertanya pada diri sendiri. Apa yang sedang saya perjuangkan? Dan kenapa saya mesti berjuang untuk itu?

“Ketika letih menggoda agar raga dan jiwa berhenti berjuang, saatnya menyapa kembali alasan yang menyebabkan perjuangan itu diperjuangkan. Setelah itu, semoga ada kaki-tangan yang tegap berjalan kembali  dan jiwa-pikiran yang teguh membara kembali”

Daaaannnn kenapa aku harus rutin olahraga? Karena aku ingin tidur nyenyak.

Selamat malam.

With Love,

Salam Semangat!!! *hooooaaaammmm…..*

5 thoughts on “Kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s