Bisa Jadiiiii!!

Holla Readers!!!

Selamat malam (berhubung tulisan ini ditulis pada pukul 10.14 pm) buat kamu para pejuang dan penganut sistem SKS alias sistem kebut semalam untuk memahami setumpuk materi ujian mid buat keesokan paginya!! Entah setan apa yang merasukiku menulis malam-malam begini, disaat seharusnya ada setumpuk materi ujian yang mesti dijejalkan ke otak. Ggrrrhhhhhh….

Dan tiba-tiba heran sendiri, kenapa rasanya kuliah yang hanya 15 sks ini mulai terasa berat dan memusingkan? Tugas yang kesannya bertumpuk tumpuk padahal memang sengaja ditumpuk, materi-materi kuliah yang makin dibaca kok rasanya makin lari dari ingatan, itung-itungan yang makin diitung kok rasanya bikin badan tambah lemas. Dan jika dibandingkan dengan kehidupan “22 sks” dulu, kenapa “22 sks” terasa lebih menyenangkan? Disaat ada 4 atau 5 materi lab yang mesti diselesaikan sekaligus, 3-4 tugas besar yang warningnya sama sekali tidak selow dan pastinya setumpuk materi kuliah yang mesti dihapal *dihapal semalam sebelum ujian dan terlupakan, pastinya*. Tapi sekarang, tugas yang baru seuprit ini saja sudah sukses membuat aku lemas tak bertenaga, lebih sering mengeluh karena tugasnya kebanyakan, lebih gampang sakit kepala. Ada apa?

Nah apalagiii, nah ini…apalagi di saat ada praktikum dan laporan yang deadline-nya mengharuskan aku dan teman-teman bermalam di kampus dan mesti asistensi progress laporan ke asisten tengah malam. Tidak tidur semalaman dan siang harinya akhirnya menyerah pada kantuk, tertidur di mushola jurusan. 3,4,5 hari atau seminggu tidak tidur hingga subuh menjelang untuk bisa mengejar deadline yang ciamik itu? Biasa saja. Malahan merasa keren, karena jadi penghuni jurusan Teknik Lingkungan di kampus malam-malam. Pagi-pagi disaat orang-orang dengan gagah dan cantiknya pergi ke kampus, aku dan teman-teman malah pulang dengan wajah kuyu dan tampang kusam. Lalu di saat tanggal deadline itu datang, kami sekelompok dinyatakan gagal karena telat mengumpulkan laporan beberapa detik setelah waktu pengumpulan yang sudah ditetapkan asisten. GAGAL. Silahkan mengulang praktikum dan laporan yang sama tahun depan. Sedih? Pasti. Tapi aku tidak sampai meraung tersedu-sedu menangisi kegagalan itu. Tapi sekarang? Dapat nilai BC (setara B-) saja sudah cukup membuat aku menangis-sedu-sesugukan hingga sukses membuat seisi rumah khawatir! Ada apa?

Tidak bersyukurkah aku dengan kesempatan yang diberi Allah untuk melanjutkan sekolah? Bukan, dan semoga memang bukan ya Rabb…

Atau hati yang tak lagi cukup lapang menahan keluh? Bukan, dan semoga bukan ya Rabb…

Atau fisik yang memang mulai berkurang kekuatannya karena faktor usia? Bisa jadiiii bisa jadiiii…

Ada apa? Continue reading