Aku Takut Ditinggal

Holla Readers!!!

Seperti biasa, selalu saja menghela nafas berat tiap kali membuka dashboard blog ini *bersih-bersih debu di blog yang hampir dicap tidak bertuan ini*. Oh iya, ini ada tulisan lama, kutulis kira-kira setahun yang lalu. Curhat orang awam yang baru mencoba mengerti makna hidup. Kutulis beberapa bulan setelah “turning point” dalam hidupku. Kutulis kembali, semoga menjadi pengingat bahwa jiwa ini masih sangat kotor dan hina penuh dosa. Semoga jadi pengingat bahwa ketika itu aku merindukan hal yang sama hingga saat ini. Dan semoga ketika aku menulis ini kembali, bahkan nanti setelah bertahun-tahun kemudian aku membaca tulisan ini kembali, rasa rindu itu tetap sama. Bahkan bertambah. Aamiin.

“…….Aku belajar untuk menarik diri dari keterbiasaan. Dan aku belajar, bahwa penenang sejati itu hanyalah Allah. Aku belajar, hanya Dia yang setia, Maha Perkasa mengobati semua kesedihan. Aku belajar, semua perkara bermuara padaNya. Aku belajar bahwa tempat bersandar paling kokoh hanya Dia. Aku belajar, cinta yang Maha Indah itu milikNya, berasal dariNya. Aku belajar, Dia yang mengenggam penuh hatiku. Aku belajar, Dia yang mengatur hidupku. Dia yang menyusun scenario hidupku, Dia Maha Tahu apa-apa saja yang terbaik untukku. Aku belajar, bahwa aku akan kembali padaNya, mempertanggungjawabkan semua kelakukan dan perkataan. Aku belajar hanya Dia yang selalu memenuhi kebutuhanku melalui Ayah, Ibu dan orang-orang disekitarku. Aku belajar, rezekiku berasal dari kekayaan dan kemurahanNya. Aku belajar, tenangku abadi, nyamanku tak lagi terukur dengan kata-kata ketika aku merindukan pertemuan denganNya. Aku belajar, bahwa dadaku kini sesak menahan malu ketika aku membayangkan bagaimana jika aku bertemu denganNya dengan wajah hitam legam penuh dosa? Aku belajar, bahwa kini aku merasa takut ditinggal dengan segala dosa dan tipu daya dunia. Sementara beberapa orang ikut terselamatkan dalam bahtera Nabi Nuh, dan aku tertinggal. Aku malu berwajah hitam pekat penuh nista ketika hari pertemuan itu datang. Aku takut aku ditinggal…”

With Love,

Salam Semangat!!

11 thoughts on “Aku Takut Ditinggal

  1. Makanya kita tidak henti-hentinya kita disuruh terus bertaubat dengan tulus sepanjang waktu dengan berzikir/mengingat Allah dimanapun kita berada. Apapun yang kita kerjakan, apapun aktifitas yang kita lakukan tidak lepas dari peran Allah yang selalu harus diingat. Terkadang ditengah perjalanan adakala tergelincir oleh bujuk rayu setan, entah disengaja ataupun tidak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s