Apa Itu Suka?

Holla Readers!!!

Sebenarnya apa itu rasa suka?

Perasaan senang ketika melihat senyum manisnya?

Perasaan senang ketika melihat gaya berjalannya yang gemulai?

Perasaan senang ketika melihat cara bicaranya yang gagah?

Perasaan senang ketika melihat dia membawakan setangkai bunga dan sekotak kado?

Perasaan senang ketika melihat badannya yang ideal?

Perasaan senang ketika mendapatkan perhatian lebih darinya?

Perasaan senang ketika melihat wajahnya yang cantik?

Atau…

Hanya perasaan tertahan selama bertahun-tahun yang menunggu untuk diungkapkan?

Hanya perasaan yang terucap begitu saja hanya karena rasa takut dia digaet oleh orang lain?

Hanya perasaan seperti gatal yang tidak tahan lagi untuk segera digaruk?

Bagaimana jika tiba-tiba dia terkena stroke hingga tiada lagi senyum manisnya..

Bagaimana jika tiba-tiba dia terserempet motor hingga pincang kakinya..

Bagaimana jika tiba-tiba dia kehilangan suaranya hingga tiada lagi bisa bicara..

Bagaimana jika tiba-tiba dia berubah jadi manusia sinis yang tidak berkenan lagi membelikan setangkai bunga dan sekotak kado..

Bagaimana jika tiba-tiba dia menjadi hobi ngemil dan mendadak menjadi gemuk atau menderita sakit parah hingga menjadi sangat kurus…

Bagaimana jika tiba-tiba baginya tidak ada lagi waktu untuk melebihkan perhatian..

Bagaimana jika ternyata dia adalah seorang alien bermata besar berkepala botak yang diutus dari negeri Mars untuk misi perdamaian dengan umat negeri Bumi..

Masih berani bilang suka?

Atau terkadang mungkin saja kita sudah kehilangan kemampuan untuk sedikit saja membedakan antara suka dan kagum..?

Atau mereka sebenarnya hanyalah sekumpulan anggapan-anggapan baik yang belum jelas kebenarannya seperti apa..

Jika anggapan-anggapan baik itu ternyata tidak sesuai dengan mimpi-mimpi indah di malam berbintang atau khayalan-khayalan di siang bolong……masih berani bilang suka?

*maklumilah postingan aneh ini Readers*

With Love,

Salam Semangat!!!

38 thoughts on “Apa Itu Suka?

  1. “Segala bentuk cinta tumbuh karena suatu ‘sebab’ akan sirna bersama sirnanya ‘sebab’ dan akan mekar bersama mekarnya ‘sebab’, akan berkurang karena berkurangnya ‘sebab’.” Carilah ‘sebab’ yang abadi bukan yang mudah luntur oleh waktu”

    (Risalah Cinta Ibn Hazm al-Andalusi)

  2. kalau ditinjau dari ilmu NLP (Neuro Linguistic Programme) apa yang ditulis mbak Fanny ini bisa dianggap sebagai Reframing atau membingkai ulang suatu keadaan. Dalam hal ini, keadaan baik yang berpotensi melenakan justru “dibingkai” dengan kemungkinan-kemungkinan yang buruk agar tidak melenakan dan membuat lupa daratan🙂

    • Aku baru tahu ada ilmu NLP ini pak..aku tipikal orang yang selalu melihat sisi buruk dari segala kemungkinan Pak..semoga jangan sampai lupa daratan..😀 terima kasih banyak buat infonya pak..

  3. “Bagaimana jika tiba-tiba baginya tidak ada lagi waktu untuk melebihkan perhatian..”
    nah ini lagi gua rasain sekrang.. huwaaaa sedih guaaa😦
    si doi terlalu sibuka utk urusannya, gua sakit aja dia lupa hikssss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s