Sejenak Memandang Mereka

Mereka menemukan Tuhan dalam isak tangis..
Mereka menemukan Tuhan dalam tawa bahagia..
Mereka menemukan Tuhan dalam galau..
Mereka menemukan Tuhan dalam tenang..
Mereka menemukan Tuhan dalam kesakitan..
Mereka menemukan Tuhan dalam kehilangan…
Mereka menemukan Tuhan dalam melarat..
Mereka menemukan Tuhan dalam nikmatnya sedekah..
Mereka menemukan Tuhan dalan sesal akan dosa..
Mereka menemukan Tuhan dalam sujud-sujud panjang dengan hidung yang tersumbat karena air mata…
Mereka menemukan Tuhan dalam patah hati..
Mereka menemukan Tuhan dalam jatuh cinta..
Sedangkan aku..
Menemukan Tuhan dalam beberapa kondisi yang sama dengan mereka..
Jikalau sesakit apapun, sesenang apapun, sekaya apapun, sepatah-hati apapun, sejatuh-cinta apapun, sekehilangan apapun..jika berujung manis dengan iman dan kesadaran akan hina diri..
Maka biarlah seperti itu..
Apapun..apapun yang terjadi Tuhan..
Asalkan berujung Engkau, asalkan bermuara Engkau..
Biarkan rasanya tetap manis…

“Sejenak memandang mereka dan berkaca aku, Mesjid Salman, 11.12 am”

Apa Itu Suka?

Holla Readers!!!

Sebenarnya apa itu rasa suka?

Perasaan senang ketika melihat senyum manisnya?

Perasaan senang ketika melihat gaya berjalannya yang gemulai?

Perasaan senang ketika melihat cara bicaranya yang gagah?

Perasaan senang ketika melihat dia membawakan setangkai bunga dan sekotak kado?

Perasaan senang ketika melihat badannya yang ideal?

Perasaan senang ketika mendapatkan perhatian lebih darinya?

Perasaan senang ketika melihat wajahnya yang cantik?

Atau…

Hanya perasaan tertahan selama bertahun-tahun yang menunggu untuk diungkapkan?

Hanya perasaan yang terucap begitu saja hanya karena rasa takut dia digaet oleh orang lain?

Hanya perasaan seperti gatal yang tidak tahan lagi untuk segera digaruk?

Bagaimana jika tiba-tiba dia terkena stroke hingga tiada lagi senyum manisnya..

Bagaimana jika tiba-tiba dia terserempet motor hingga pincang kakinya..

Bagaimana jika tiba-tiba dia kehilangan suaranya hingga tiada lagi bisa bicara..

Bagaimana jika tiba-tiba dia berubah jadi manusia sinis yang tidak berkenan lagi membelikan setangkai bunga dan sekotak kado..

Bagaimana jika tiba-tiba dia menjadi hobi ngemil dan mendadak menjadi gemuk atau menderita sakit parah hingga menjadi sangat kurus…

Bagaimana jika tiba-tiba baginya tidak ada lagi waktu untuk melebihkan perhatian..

Bagaimana jika ternyata dia adalah seorang alien bermata besar berkepala botak yang diutus dari negeri Mars untuk misi perdamaian dengan umat negeri Bumi..

Masih berani bilang suka?

Atau terkadang mungkin saja kita sudah kehilangan kemampuan untuk sedikit saja membedakan antara suka dan kagum..?

Atau mereka sebenarnya hanyalah sekumpulan anggapan-anggapan baik yang belum jelas kebenarannya seperti apa..

Jika anggapan-anggapan baik itu ternyata tidak sesuai dengan mimpi-mimpi indah di malam berbintang atau khayalan-khayalan di siang bolong……masih berani bilang suka?

*maklumilah postingan aneh ini Readers*

With Love,

Salam Semangat!!!