Cukup Lewat Doa

Holla Readers !!!

Bertemu lagi dengan saya, Fanny Rose. Mengawali November ceria ini, saya akan membahas tentang sesuatu yang mungkin saja abstrak bagi sebagian orang yaitu CINTA dan JODOH. Dalam beberapa untaian kata berikutnya, saya akan membahas tentang permasalahan yang sering dianggap tabu menjadi layak diperbincangkan, setajam LELET.

*baiklah, cukup jadi korban infotainment*

Hip hip hurraaaa, good morning my beautiful November. Walaupun November sering banget hujan, tapi yang namanya November bakalan selalu terlihat cantik dan penuh berkah, insyaAllah. Bayangan umur 23 tahun udah di depan mata. Berhubung hampir 7 bulan menjomblo memble tapi happy *ciyus?*, pertanyaan kapan mau pacaran lagi atau yang lebih kerennya kapan mau menikah makin gencar ditanyakan orang-orang di sekeliling aku (terutama Bapak-bapak di kantor tempat aku bekerja).

“Kok masih jomblo aja?”

“Kemaren pulang kampung buat tunangan ya?”

“Wah, kok keliatannya ga mood aja? Kebelet pengen pacaran ya?”

“Yeee, ga laku ya? Kok sampai sekarang belum dapat pacar baru?” *alaaamaak, dibilang ga laku. Kasihan  ya..*

Baiklah bapak-bapak, siapa bilang aku ga laku? Emosi nih! *gak lah ya*. Siapa sih yang ga mau pacaran? Diperhatiin tiap hari, di sms-in tiap hari, ditelponin tiap malam, dikhawatirin kalau ga ngasih kabar, dimanjain kalau lagi sakit, dikasih kado spesial kalau ulang tahun. Siapa yang ga mau?

Terus beberapa minggu yang lalu, aku pernah nge-share status Bang Tere Liye :

Jodoh itu rahasia Tuhan. Yang namanya rahasia, kita mampu merobohkan gunung sekalipun, mengeringkan lautan, kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya, mau benci setinggi bulan, mau menghindar ke ujung dunia, kalau memang berjodoh, tetap akan terjadi, ada saja jalannya. Banyak sekali yg paham dan setuju saat membaca kalimat ini. Sayangnya, lebih banyak yang cuma setuju di dunia maya, di dunia nyata tetap saja galau, memaksakan cerita, tidak sabaran, bahkan pacaran dan sekian banyak kelakuan lainnya. Kenapa nggak ditunggu saja sih? Sambil terus belajar banyak hal.

Dan ada seorang teman yang ngomen ini status. Dia bilang :

Eeee… jodoh tuh harus dicari Fan, kalau gak bisa kemana-mana dia.

Dan dengan sepenuh hati aku jawab, aku haqqul yakin jodoh itu bakalan datang sendiri, nyarinya cukup lewat doa. Terus dijawab lagi sama teman aku :

Kalau gitu kita duduk-duduk aja di rumah Fan, sambil terus berdoa semoga jodoh datang. Kalau jodohnya tidak datang-datang, berarti kita memang ditakdirkan untuk tidak memiliki jodoh.

Ya amplop, sadis banget deh ditakdirkan ga punya jodoh.

Rasanya ga separah itu banget lah ya, masa’ sih harus duduk-duduk aja terus di rumah sambil terus berdoa buat dapatin jodoh? Kalau menurut pendapat aku, jodoh itu ga usah dicari. Tugas aku hanyalah terus memperbaiki diri, agar aku pantas untuk pasangan yang punya kualitas diri sebaik aku. Dosa-dosa masa lampau saja masih tinggi menggunung, masa’ mau ditambah lagi sama pacaran yang tidak halal?

Cukup lewat doa.

Iya, nyari jodohnya cukup lewat doa aja. Lewat doa agar aku dijodohkan dengan pasangan yang punya kualitas diri sebaik apa yang aku usahakan sekarang. Jika aku mengusahakan perbaikan diri hanya sampai nilai 70 *misalnya*, kasih juga pasangan yang juga punya nilai kulitas diri cuma sampai 70 atau ga jauh-jauh. Jangan mengharap suami setaat Sayyidina Ali, jika diri belum setaat Fatimah. Benar banget kan ya?

Sampai detik ini pun, aku ga berani menyebutkan “nama” di tiap doa tentang jodoh-jodohan ini. Bukan berarti ga ada yang kecantol di hati, tapi hanya takut dengan meminta satu nama, itu artinya sama saja mencampuri urusan Dia. Toh, Allah yang paling tau siapa yang terbaik bukan? Sekarang tinggal aku kasih lihat sama Allah gimana usaha aku buat terus memperbaiki diri. Biar Allah kasih yang baik juga. Bukankah hati ini ada dalam genggaman Dia? Dia Yang Maha Membolak-balikkan hati. Hari ini cinta, besok bisa aja ga cinta. Hari ini mesra banget sama pacar, besoknya bisa aja jadi musuhan. Dia Yang Maha Membolak-balikkan, Dia pula yang Maha Menetapkan hati. Allah pula yang menetapkan hati kita kepada satu hati nantinya.

Nah, ketika hati ini udah direstui Allah buat ditetapkan di hati pasangan aku, baru deh tu ada yang namanya diperhatiin tiap hari, dikhawatirin kalau ga ngasih kabar, dimanjain kalau lagi sakit, dikasih kado spesial kalau ulang tahun, pergi nonton ke bioskop bareng, dibimbing kalau salah dan sejuta hal-hal romantis lainnya. Itu baru benar-benar “so sweet”. Berbunga-bunga karena jatuh cinta, tanpa membuat Allah murka.

Jadi intinya, tetap. Cari jodohnya lewat doa aja. Can’t wait to fall in love wholeheartedly with you, imamku.

Mengawali November yang sekarang lagi diguyur hujan lebat ini, I make many wishes for my whole life, termasuk masalah jodoh-jodohan ini *mengheningkan cipta*. Amiiinn.

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik –Tere Liye

*Setuju lagi dengan Bang Tere Liye*

With Love,

Salam Semangat!!!

49 thoughts on “Cukup Lewat Doa

  1. Fan…
    4 thumbs up,fan..
    pemikiran yang menarik🙂

    Aku setuju sama yang “pemantasan diri” itu. Bener banget kita pasti bakal dapat seseorang yang yaaah,, 11-12-lah ama diri kita. Jadi kalau akhlak kita bobrok, bakalan dapat yg bobrok juga deh🙂

  2. aku untuk saat ini lebih suka nyari rejeki & ilmu dulu sebelum nyari pasangan,soalnya mau puasin kemampuan diri sendiri buat menata kehidupan yg lbh baik kemudian dengan pasangan kita

  3. Saya punya cerita dari temen fan. Ini cerita Poya kepada Keenan.

    “Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya, apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?”

    -semoga bisa mengambil maknanya.:mrgreen:

    • etciyeeeeeh… soWise brudaa… hihiiiii

      Buat fanny sekaligus juga buat saya:mrgreen: : Alloh itu yang Maha membolak balikkan hati.Bisa jadi sekarang cinta, besoknya jadi musuh. Antara perasaan dan cinta. Apa sih cinta itu? ah saya juga gak tau setau saya cinta itu adalah proses take and give dari istri ke suami maupun sebaliknya.
      dilain itu ada yang namanya perasaan, yah kadang memang perasaan itu hadir tanpa kita minta sekalipun. Seperti kata sodara saya tentang perasaan “Bahwa kita berusaha untuk bijak menyikapiny ketika perasaan itu menyapa”…😀

    • Nah, setuju banget itu Mbak Ulpa…perasaan itu yang mesti kita kendalikan yaaa…aduh, samaaa..ga tau juga deh apa arti cinta..susah mendeskripsikannya..:-p

  4. Setuju Fan, jodoh akan datang sendiri kok. Tapi pendapat temen kamu yang diem aja dirumah itu salah kaprah. Bukan berarti menunggu itu ngejogrog di rumah aja *maafkan bahasa sayah*. Kitanya kudu membuka hati dan membuka segala kemungkinan yang bisa Dia lakukan. Hehehe. Kejadian sama sayah.😀

    • Heheee..sama-sama ngikut deh kita mbak Ra…:-D

      Iya mbak, Tere Liye itu cowok. Memang awalnya banyak yg ngirain beliau cewek..hihiii..mbak Ra suka baca novelnya Tere Liye ga?

    • Suka sih, tapi kalau baca Tere Liye aku suka nangis. Jadinya cuma baru baca 2 judul aja.

      Jangan panggil mBak. Atu macih ecil cayi… 😀

    • Waahh..ecilnya umul belapa?hihiii..iya deh Raa, secara kita sama-sama masih imut *lho?*

      Hahaa, menyentuh banget pasti itu ceritanya..yang judulnya apaan Ra? Walau bikin nangis, tapi kan sarat pesan hidup disana…:-D

    • oh, hafalan surat delisa itu Ra…itu benar banget, bikin kita nangis bombay..hiks..

      Malu sama anak kecil yang di pertama sholat lengkapnya aja bisa sekhusyuk itu sampai ga mau batalin sholatnya cuma gara-gara gempa…:-(

  5. Bang Tere Liye itu anti banget sama yang namanya pacaran. Pernah baca di status FB beliau, ceritanya ada cowok yang minta tanda tangan bang Tere Liye di bukunya, pas ditanya untuk siapa si cowok jawab untuk pacaranya .. eh gak jadi ditanda tangani

  6. ciyeee ciyeee yang nunggu jodoh. tapi aku setuju sih, masalah jodoh adalah hal yang pasti dan sudah dijamin, Tuhan akan selalu punya cara mempertemukan dua orang untuk saling berjodoh. ^_^V salam kenal ya kakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s