Ouch, A Sweet Gift From a Sweet Person

Holla Readers !!!

Waaah, dapat award berantai itu rasanya seperti ngebelah atmosfer berlapis-lapis, meluncur bareng paus akrobatis, menuju rasi bintang paliiiing manis *lho lho lho kok jadi iklan gini??*. Berhubung ini tugas negara eh tugas dunia per-blogger-an yang mesti dilaksanakan dalam rangka untuk lebih saling mengenal satu sama lain *halah*, makaโ€ฆ.. this is it!!! Six Rules of One Lovely Blog Award ala Fabulouspace!!!

1. Thank the person who nominated you

Well, thanks a lot mbak Ra for passing this fabulous award to me. What a wonderful surprise!! Hihihihiii ๐Ÿ˜€

2. Add The One Lovely Blog Award to your post

Done, done and done!!

3. Share 7 things about yourself

Madly in love with Westlife

Kalau lagi ngomong biasanya dengan kecepatan yang lumayan tinggi dan sering ga beraturan *mesti diubah*

Suka banget sama Black Forest Cake, tapi jarang-jarang makan kue ini. Biasanya makan kue ini pas momen ulang tahun doang. Kasihan yaโ€ฆ..

Kalau udah tiba-tiba kepikiran suatu hal, pasti langsung diomongin ga peduli kalau lawan bicara lagi ngomong topik yang lain *mesti diubah juga*

Ga pernah PD pake high heels, kecuali terpaksa pas wisuda.

Sering dikirain jutek di awal-awal ketemuan sama orang baru, tapi sebenarnya aku baik dan menyenangkan kokโ€ฆ*pencitraan* Continue reading

Advertisements

Masih Bisa Bangga?

Holla Readers !!!

Postingan kali ini sama sekali tidak bermaksud menggurui, hanya menjadi renungan diri sendiri. Karena aku lumayan cukup lama termangu setelah membaca arti dari Surat Al-Baqarah ayat 214 berikut ini :

ุฃูŽู…ู’ ุญูŽุณูุจู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู† ุชูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููƒูู… ู…ู‘ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฎูŽู„ูŽูˆู’ุง ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู… ู…ู‘ูŽุณู‘ูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุถู‘ูŽุฑู‘ูŽุงุกู ูˆูŽุฒูู„ู’ุฒูู„ููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽู‡ู ู…ูŽุชูŽู‰ ู†ูŽุตู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู„ุขูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ู†ูŽุตู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‚ูŽุฑููŠุจูู {214}

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, pada-hal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh mala-petaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)

*pppllaaaakkkk!!!!*

*Masih berasa jadi orang yang paling baik? Padahal sholat yang dibanggakan hanya sholat 5 waktu yang itupun dikerjakan dalam waktu lapang? Masih merasa bangga dengan sesekali sholat sunat dan itupun ketika waktu lapang? Masih merasa bangga dengan sedekah-sedekah dan itupun hanya ketika uang berlebih? Masih berasa ibadah yang dilakukan selama ini sudah cukup untuk membawa diri ini ke surga? Itu belum ada apa-apanya. Berkacalahโ€ฆ*

Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiar-kan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan se-sungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3),

With Love,

Salam Semangat !!!

Apa Itu Sederhana?

Holla Readers !!!

Apa itu sederhana?

Tiba-tiba aku ingin berbagi isi pikiran dengan Readers semua tentang pemahaman sederhana.

Pemahaman 1

Sederhana adalah ketika keadaan keuangan pas-pasan, namun hidup bersahaja, tidak foya-foya dan mensyukuri apa yang dimiliki.

Pemahaman 2

Sederhana adalah ketika memiliki uang lebih dari cukup, materi berlimpah namun tetap memilih hidup bersahaja, tidak foya-foya dan mensyukuri apa yang dimiliki.

Menurut Readers, sederhana itu hakikatnya lebih cenderung kepada pemahaman 1 atau pemahaman 2? Atau mungkin ada pemahaman-pemahaman lain? Mari berbagi ๐Ÿ™‚

With Love,

Salam Semangat !!!

Cerita 1 (Galau di Kala Hujan)

Holla Readers!!!

Laporan cuaca Dayun buat sore ini adalah: hujan lebbaaaaaattttttt!!! What a beautiful rain *sambil tidur-tiduran di kasur*.

Sambil menatap hujan yang turun lewat jendela *aaiihhh,sok manis banget deh*, sebenarnya sambil menatap langit-langit kamar, aku lagi-lagi bingung kenapa sore ini pilihan program studiku untuk melanjutkan kuliah tiba-tiba berubah haluan lagi.

Jadi ceritanya, jurusan yang mau aku ambil sesuai dengan jurusan S1 aku,ย  Teknik Lingkungan *hidup TL 3x, maaf tiba-tiba kebayang OSPEK*. Nah, jurusan Teknik Lingkungan di kampus itu menyediakan 4 program studi. Ada Infrastruktur Sanitasi dan Lingkungan, Teknologi Manajemen Lingkungan, Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran kemudian Kesehatan Keselamatan Kerja.

Nah, pusingnya ini karena ada dua prodi yang menjadi pertimbangan aku. Awalnya aku lebih memilih Teknologi Manajemen Lingkungan, namun setelah mendengar pendapat beberapa orang teman yang sudah duluan kuliah S2 dan juga masukan dari beberapa dosen di kampus almamater, pilihan itu berubah haluan jadi ke prodi Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran (P3).

Kenapa?

Karena katanya, if you wanna be a real master as Environmental Engineer harusnya kamu pilih prodi yang P3 itu. Disitu bakalan belajar bagaimana proses dari pengendalian pencemaran. Pokoknya bakalan belajar matematika lanjutan sama kimia yang beneran kimia. Sekilas aku sempat browsing bahan ajar kuliah transfer massa, salah satu mata kuliah di P3. Alamaaaakkkk, kebanyakan rumus yang bikin migrain kambuh. Kebanyakan rumus yang pake integral. Waaaahhh,
mantaabbss!! Berhubung dulu skripsi juga dasarnya tentang transfer massa dan lagi-lagi merasa tertantang untuk bisa menaklukan rumus-rumus itu *optimis bisa ngerti sama rumus-rumus itu*, akhirnya dengan hati mantap walau sebenarnya terkadang masih ada ragu *pletak!!!itu bukan mantap namanya* akhirnya aku memilih prodi P3 *sambil ngisi formulir pendaftaran online*.

Keputusannya masih tetap kayak gitu. Sampai tadi sore, tiba-tiba ada perasaan yang sangat halus menghampiri hati *ciamik benar dah kata-katanya*. Dia bilang gini “kamu ambil prodi kesehatan keselamatan lingkungan aja. Kan dari awal kamu kepengen punya skill jadi konsultan ISO 14001 ama OHSAS 18001 disamping kerjaan jadi dosen tentu aja. Perusahaan nanti tu banyak yang butuhin konsultan kayak gitu buat bantu sertifikasi ISO buat perusahaan mereka. Ayoo, ambil itu aja. Ayoooo ayooo ayoooo…”

Setelah suara-suara itu hilang, hati aku terasa lebih lapang sambil memutuskan, yap aku akan ambil prodi KKL. Hati jadi lapang, lapang, lapaaaanngg. Tentram sekali, tanpa beban.

*Oh ya Rabb yang Maha Membolak-balikan hati, tetapin di satu pilihan aja ya Allah biar ga ganti-ganti keputusan lagi,amiin*

Jangan kubur mimpi karena takut akan ini dan itu. Takut tak terwujud, takut tak tercapai, atau takut apalah, jangan! Karena kita adalah apa yang kita fikirkan. Kita adalah magnet dengan daya tarik terbesar di semesta ini. Keadaan kita saat ini adalah hasil fikiran kita di masa lalu. Mimpi yang besar akan membuat kita besar – dikutip dari sini

With Love,

Salam Semangat!!!

Follow Up โ€œPikiran-Pikiran Yang Berkeliaranโ€ โ€“ Kuliah S2 (Content)

Holla Readers !!!

Sebenarnya tulisan yang kemaren hanyalah preamble panjang yang tidak jelas yang menggambarkan betapa konyolnya akibat dari keinginan untuk menaklukan tantangan mengendarai sepeda motor di jalanan licin *harap dimaklumi kalau ada yang tidak mengerti maksudnya*

Beruntung aku tidak dipelototi abang cleaning service.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari cerita yang ini, syukur Alhamdulillah akhirnya orangtuaku mengizinkan aku untuk melanjutkan kuliah S2. Bermodalkan alasan bahwa aku, wanita, tidak mungkin terus-terusan bekerja di remote area seperti sekarang ini maka disetujuilah keinginanku untuk kuliah S2.

Namun seperti yang aku ceritakan sebelumnya, untuk melanjutkan kuliah S2 ini aku tidak ingin merepotkan kedua orangtua di kampung. Sungguh keinginan yang sangat egois di tengah keterbatasan biaya dan tanggungawabku sebagai anak sulung. Apalagi dari segi finansial, pekerjaanku yang sekarang sebenarnya cukup menjanjikan. Namun tidak dari segi batin.ย Semakin hari keinginan dan suara hati untuk melanjutkan kuliah semakin menjerit untuk dipenuhi.

Keinginan yang besar dan keterbatasan biaya menjadi faktor yang membuat aku lagi-lagi merasa tertantang untuk : menyelesaikan kuliah S2 dengan baik tanpa harus merepotkan orangtua. ย Aku ingin merasakan bersusah-susah hidup dan berusaha hanya untuk mendapatkan uang Rp. 10.000 atau Rp. 20.000 saja. Aku ingin lebih menghargai uang receh. Aku ingin bekerja sambil mengenal banyak orang dan tetap mendapatkan IPK yang cemerlang ketika menyelesaikan S2.

Kembali lagi otakku berputar bagaimana caranya agar aku bisa memenuhi biaya pendidikan dan biaya sehari-hari selama kuliah. Akhirnya aku menuliskan beberapa catatan rencana :

  1. Uang yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan per semesternya? diusahakan dari beasiswa.
  2. Uang kost dan biaya bulanan? Usahakan dari usaha sampingan atau kerja part time.
  3. Biaya thesis? Usahakan ikut dari proyek dosen.

No jalan-jalan yang mengeluarkan biaya *tapi yes untuk jalan-jalan gratis, hihihi*

Readers, ada yang bisa menambahkan apa lagi biaya lain yang mungkin dibutuhkan selama kuliah?

Karena itu, aku mulai memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang. Ini beberapa โ€œcelahโ€ penghasilan yang mungkin saja bisa dilakukan :

  1. Jadi ghost writer *padahal jadi blogger saja masih abal-abal*
  2. Mengajar privat *jadi guru ngaji juga boleh*
  3. Menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai
  4. Reseller produk *jualan baju*
  5. Jadi pengawas try-out Bimbel

Ada ide lain tidak Readers, biar pundi-pundi pendapatanku selama kuliah bisa bertambah?

Jadi rencananya, jika Allah memang mengizinkan, aku akan melanjutkan program Magister di ITB. Semoga tidak terkesan egois mempunyai impian seperti ini ditengah keterbatasan biaya. Memang hanya bermodalkan nekad dan yakin kalau Allah ada selama aku meyakini-Nya. Mungkin sama halnya dengan ketika aku merasa tertantang untuk menaklukan jalanan licin ketika mengendarai sepeda motor. Jalan menuju tujuan memang sangat sulit. Celana sama sepatu bakalan kotor, belum lagi resiko jatuh dan terpeleset. Susah? Continue reading