Tak Ada Mimpi yang Ketinggian

“Biarkan keyakinanmu menggantung 5 cm di depan keningmu

Setelah itu …

yang kamu perlukan cuma kaki yang melangkah lebih jauh dari biasanya,

tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya,

mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,

lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,

dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya.

Serta mulut yang akan selalu berdoa”

Holla Readers !!!

Sepenggal kata-kata sakti itu tercatat indah di buku karangan Mas Dhony Dhirgantoro dengan judul 5 cm. Bercerita tentang 5 sekawan dengan segala kegilaan dan kekonyolan khas remaja. Menurut aku, buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang sangat ringan, santai dan khasnya kawula muda zaman sekarang. Dan buku ini cocok sekali dibaca oleh seluruh kalangan dan umur, terutama bagi mereka yang sedang bermimpi. Sangat memberikan energi positif bagi mereka yang kini tengah terbakar semangat meraih mimipi-mimpi besar. Dan memberikan energi baru yang dahsyat untuk mereka yang tengah down, yang tengah terpuruk karena kegagalan dalam mencapai mimpi-mimpi mereka.

This world is for those who want to fight. Dunia hanya untuk orang-orang yang mau berjuang.

Jujur, kata-kata itu menampar aku yang terkadang seolah malas-malasan untuk mencapai impian-impian yang menurut aku terlalu muluk untuk dicapai. Bagaimana mau punya mimpi kalau sekarang aku malas berusaha untuk meraih mimpi itu? Bagaimana mau punya mimpi kalau aku saja terkadang takut untuk bermimpi besar?

 “Gue udah naruh puncak Mahameru disini” Ian menunjuk keningnya. “sama waktu gue ngejar skripsi, gue taruh skripsi itu disini” Ian menunjuk keningnya lagi …… dan apapun halangannya gue gak akan pernah mau nyerah.

 Ada energi yang sangat besar yang aku rasakan ketika membaca dan menyelesaikan buku ini. Walaupun perjuangan 5 sekawan ini digambarkan lewat pendakian Gunung Mahameru, kata-kata, semangat dan keoptimisan mereka akan menulari masing-masing hati yang kini tengah berada dalam perjalanan pencapaian target dan impian hidup. Aku pribadi bukan seseorang yang hobi mendaki gunung, namun aku seperti bisa merasakan nikmatnya kepuasan batin ketika mereka sampai di puncak Mahameru, bahkan ikut menangis ketika mereka menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan khidmat.

Dan sekarang apa lagi alasannya untuk kita takut bermimpi? Bukan hanya sekedar bermimpi apa adanya, tapi bermimpi besar. Yang perlu kita lakukan hanyalah bermimpi, kemudian percaya dengan sepenuh hati dengan mimpi itu. Bukankah kita punya Tuhan, yang Maha Hebat yang bisa mengabulkan semua keinginan kita hanya dengan mengucapkan “jadi” maka “jadilah”. Tak ada hal yang mustahil, selama kita masih percaya Tuhan, mau berusaha dan percaya dengan kemampuan kita.

 Aku ingat motivasi yang pernah disampaikan oleh Bapak Mario Teguh. Jika kita punya mimpi, sebenarnya pikiran dan hati kita sudah sampai disana, berada di kondisi yang kita impikan. Kemudian yang perlu kita lakukan adalah berusaha agar badan dan jasmani kita akhirnya juga sampai kesana. Misalnya aku bermimpi bisa membawa Ayah dan Ibu menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Dan dalam pikiranku aku sudah bisa melihat Ayah dan Ibu disana, memakai baju ihram sedang mengelilingi Ka’bah. Membayangkannya saja sudah terasa indah. Dan selanjutnya yang perlu aku lakukan adalah berusaha lebih giat dan lebih keras agar badan dan jasmani Ayah dan Ibu benar-benar sampai disana.

Ternyata tidak ada mimpi yang ketinggian Readers. Pertanyaannya apakah kita sanggup untuk menjadi pribadi yang besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang besar itu?

 Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).

With Love,

Salam Semangat !!!

24 thoughts on “Tak Ada Mimpi yang Ketinggian

  1. Mantappppppp, “akan ku taruh skripsiku di kantor fan”.😀
    Emang bener tuh, kalo allah tu sesuai dengan prasangka hambanya, makannya yang baik2 aja deh prasangkanya. hehehe

    *kemarin sempet mau beli buku ini, tapi diurungkan. hehe:mrgreen:
    [new post new post]😀

  2. keknyo lah pernah fiq liek bukunyo ny.,,tp dima yo, waduh punyo sia yo *lpo tingkat dewa* tp alun sempat baco isinyo, baru baco back covernyo c.,.,hahaha

    bsk jgn lpa pinjam y bsk.,.,😀

    “Bagaimana mau punya mimpi kalau sekarang aku malas berusaha untuk meraih mimpi itu? Bagaimana mau punya mimpi kalau aku saja terkadang takut untuk bermimpi besar?”
    jangan takut untuk bermimpi, karna Tuhan memeluk mimpi2 hamba-Nya, tinggal kita yang berusaha.,.,😀

    • hohohooo…deja vu ya? di gramedia kali fiq…boleeehh, asalkan ada fee-nya *jiwa mata duitan*

      itu kata-kata si Arai di buku “Sang Pemimpi” – Andrea Hirata…kereeennnn..tul betul…buat yang lagi skripsi semangat..taruh skripsi tu disini *sambil nunjuk dahi*..heheee….

    • haha.,.yap dejavu ny.,.pas nan quote nan kaduo.,.,wahaha,.,dgramedia.,bisa jd.,tp g mngkn dunk minjam bku ke gramedia.,,:p
      hhuuu.,.,.yah.,.,pke fee,..pertimbangkan kami yg mhs ne buk *mhs mo nya gratisan* hahaha

      ha?iyo yo??tbo2 c terlintas dipikiran.,.hehe iyap semangat terus.,.,😀
      hoho kirain ditaruh dsni.,.ntar dkra spam lagi.,.,bejibun dataxa haha.,.seep skripsi ditaruh disini *nunjuk dahi* wkwkwkw

  3. omi suko lo buku ko ny…^^
    pertama baco waktu sma…tp ndak salasai..n cuma asal2n se..
    baru baco sabana baco pas tahun patang…
    kironyo isinyo “SESUATU”….inspiring….

    ^^
    semoga bisa memotivasi kita….^^

    jadi pengen kemahameru….

    • Hahahaa…any pun jadi pengen ke Mahameru pas salasai baco buku tu mi..iyo, cetakan pertamo buku tu tahun 2005..tapi fny bru baco lo kini..huhuhuu..ketinggalan bana mi..

      iyoo…memotivasi bana…semoga tetap semangat mewujudkan mimpi-mimpi yo mi..miss you..:-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s