Bagiku Update Status-ku, Bagimu Update Status-mu

Holla Readers !!!

Okeeehh, baiklah. Enough dengan cerita mellow-mellow di tulisan sebelumnya. Anggap saja postingan sebelumnya bukan aku yang nulis *lho, terus siapa lagi coba?*. Anggap aja itu adalah bagian lain dari diri aku yang nulis *aduh gimana sih tambah ga jelas, jadi berkepribadian ganda dong??*

Saat ini tidak bisa kita pungkiri bahwa kita tengah hidup di era yang teknologi komunikasinya sangat canggih *kok tetiba berubah jadi ngomongin ini? Suka-suka dong, terima aja yah Readers*. Dengan teknologi komunikasi yang makin canggih itu memungkinkan orang-orang di seluruh penjuru dunia bisa saling terhubung, saling berkomunikasi. Telepon rumah aja lewat deh. Di rumah aku ada satu telepon rumah yang jarang sekali berbunyi krang kring krang kring. Ya iyalah, gimana mau bunyi. Yang nelpon via telpon rumah itu udah jarang banget ada. Sekarang ini semua orang punya telepon genggam (handphone). Kalau mau menghubungi seseorang, ya tinggal pencet nomor handphonenya terus langsung nyambung deh sama orang yang dimaksud. Simple dan tidak ribet.

Jenis handphone yang dipakai juga banyak banget macamnya. Mulai dari handphone yang cuma bisa nelpon, sms dan main game ular-ularan sampai handphone yang bisa operate sendiri hanya dengan menggunakan suara si pengguna handphone. Canggih banget kan Readers? Melalui handphone, kita ga cuma bisa sekedar menelpon atau sms. Kita juga bisa browsing internet, chatting via berbagai macam aplikasi sampai yang paling eksis sekarang bisa chatting via Blacberry Messenger (BBM). Kita bisa saling ngegosip eh ga, maksudnya saling berkomunikasi hanya dengan cara bertukar nomor PIN satu sama lain. Keren kan yah?

Keberadaan sosial media yang makin menjamur juga sangat memungkinkan orang-orang saling terhubung satu sama lainnya. Sebut saja mulai dari Friendster, Facebook, Twitter, Pinterest, dan lain-lain. Keberadaan social media tersebut memungkinkan orang-orang yang terhubung dengan akun kita tahu seluruh kegiatan kita via status update yang kita buat, dari aplikasi Foursquare buat kasih tahu kita lagi dimana. Bahkan kita lagi pacaran sama siapa juga bisa ketahuan kalau kita mau kasih tahu.

Di BBM juga seperti itu. Di recent updates berseliweran aktivitas-aktivitas terbaru dari kontak kita. Mulai dari mereka yang berganti Display Profile (DP), apa Private Message (PM) terbaru dan juga musik apa yang sedang mereka dengarkan saat ini.

Keberadaan social media dan fasilitas chatting ini sama-sama menyediakan fasilitas “update status” bagi pengguna Facebook, “tweet” bagi pengguna Twitter dan “PM” bagi pengguna BBM. Fasilitas update-update-an itupun dengan senang hatinya digunakan untuk berbagi. Mulai dari berbagi kabar aktivitas apa yang sedang dikerjakan. Seperti “lagi baca buku nih”, “kerjaan numpuuuuk, harus kejar deadline niih” atau “lagi boker”.  Terus bisa juga kasih tau sama orang-orang, kita lagi pacaran sama siapa, baru tunangan, baru married atau dari berpacaran jadi single *yaaa, ketauan deh kalau baru putus*. Atau yang lagi punya masalah bisa juga curhat seperti “tanpamu aku butiran debu sayang”, “aku ga sanggup hidup tanpamu”, “kenapa sih kamu tega khianati aku??jahaaatt, kamu jahaattt…kamu tegaaaaaaa”. Dan yang buat hobi bikin puisi, bisa juga salurin hobi itu lewat social media ini seperti “kau bagaikan mawar, dan aku adalah kumbangnya. Sayangnya aku ketusuk durimu, sakit deh” *duh, ga jelas ini puisi apaan*

Dari sekian banyak status, PM dan tweet, orang-orang yang terkoneksi dengan kita bakalan tau dengan “apa yang sedang terjadi dengan kita”. Dan masalahnya sekarang, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang merasa tersindir dengan status, PM atau tweet tersebut, benar ga Readers? Misalnya nih, ada yang lagi bertengkar sama teman atau sama pacar *jleb*. Kalau status mereka aneh-aneh dikit aja, pasti jadi ngerasa kita yang diomongin. Terus kayak status Bang Tere Liye di Page Facebook-nya, banyak yang langsung ngomongin tentang orang-orang yang merokok, orang yang pakai baju partai ke mesjid, yang bilang cowok yang suka pegang-pegang tangan cewek yang bukan istrinya ketampanannya minus 120o dan lain-lain. Nah, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang merasa tidak senang dengan status-status kayak gitu.

Sumber gambar : http://rizarahmi.blogdetik.com/?cat=23853

Masalahnya sekarang buat yang ngerasa tersindir, orang yang bikin status, PM atau tweet yang rasa-rasanya nyinggung kita itu beneran maksudnya nyinggung kita ga sih? Atau kalau memang benar orang itu bikin status, PM atau tweet memang benar sengaja buat nyinggung kita, sebelum marah koreksi dulu. Kenapa mereka sampai bikin status seperti itu? Apa benar kita yang salah? Toh, karena pada kenyataannya ga akan ada asap kalau ga ada api. Ga perlu sampai pusing dan bertengkar cuma gara-gara kita merasa dikata-katain di sosial media deh.

Lalu, kalau setelah koreksi diri kita tetap merasa benar dan ga salah, ya udah ga usah pedulikan apa kata orang. Diam, kalem aja. Kalau udah benar-benar ga tahan sama kata-katanya yang makin hari makin nyelekit, ya tinggal di unfriend aja di Facebook-nya, di remove kontak dari BBM atau di unfollow dari Twitter. Gampang kan? Toh sosial media itu kita manfaatkan bukan buat hati susah, tapi buat hiburan yang menyenangkan hati. Kalau punya social media tapi hati susah, mending ga usah punya deh daripada badan jadi kurus.

Sebenarnya tulisan ini cuma bermaksud menghimbau orang-orang yang mungkin aja menanggapi segala sesuatu di sosial media adalah hal yang serius untuk ditanggapi. Sosial media itu ada di dunia maya dan tidak seharusnya itu menganggu dunia nyata kita. Jadikan hiburan saja, jangan ditanggapi serius. Ambil manfaatnya, tinggalin mudharatnya. Be wise dalam menggunakan canggihnya teknologi zaman sekarang. Kendalikan teknologi, jangan sampai teknologi yang mengendalikan kita.🙂

We don’t have a choice whether we do social media, the question is how well we do it

Erik Qualman

With Love,

Salam Semangat !!!

45 thoughts on “Bagiku Update Status-ku, Bagimu Update Status-mu

  1. Betul sekali. hehehe . . Kata orang facebook tu tempatnya jaim, twitter tempatnya gila2an. Sungguh ada-ada saja. Tapi, sekarang saya lagi punya prinsip, “katakan sejujurnya pada media, biarkan pembaca yang menilainya”😀

    • gara2 berobat berobat ke tongpang si kakak ni jadi kayak Cina ngomongnya…

      iya, gara2 cerita kk kemaren tu ide ini tulisan…aneh aja, nagapain sih segitu seriusnya meributkan itu…ckckckk…life is beautiful..huhuuuuu…tiiiiiitttt…

  2. wah wah.,.,ini judulnya kek pernah baca tp dimna y,., :p
    bnyak bngt liat yg kek gtu.,.hanya karna status rusak sudah smua hubungan.,.,hohoho ang pnting bijaksanalah menggunakan teknologi.,.,😀

    *yeeeee.,.,.,akhirnya bs muncul lg ddnia maya* 8)

  3. Mba Fanny, setuju deh sama pendapat ga usah terlalu serius menanggapi apa-apa yang dari dunia maya. Lagian di dunia maya ini kan orang hanya menampilkan apa-apa yang mau mereka tampilkan dan pengen dilihat sama orang lain. Jadi ya mungkin ga bisa dijadikan patokan penuh apa-apa yang ada di dunia nyata.

    • Setahu aku blog juga termasuk ke sosial media uda cipia…masalahnya sama saja..orang-orang bebas mau menulis, bercerita dan berbagi apapun yang mereka mau..lagi-lagi, blog tetap saja ada di dunia maya..berarti prinsipnya menurut aku tetap sama, ambil yang baiknya tinggalin yang mudharatnya…:-D

  4. memang cape kalau terlalu banyak mikirin kata2 orang di dinia si maya.. tanggapi segala sesuatunya dengan bijak aja mba, tinggal pilih mana yang berguna mana juga yang sekedar nyampah..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s