Sedikit Saja Bolak-balikan Hatimu

Holla Readers !!!

Selamat hari ke 10 !!! *ngomong sama diri sendiri*

Readers, apa sih warna favorit kalian? Jawabannya pasti saja warna kan yah. Terus, kalau kalian beli baju, pernah tidak ternyata kecantolnya sama baju yang warnanya bukan warna favorit kalian?

Terus, pernah tidak dari rumah kalian niatnya mau pergi ke mall pengen beli sepatu. Tapi pas sampai di mall, kalian tiba-tiba belok ke arah toko buku dan akhirnya budget buat beli sepatu beralih ke buku tanpa kalian sadari?

Ya setidaknya aku pribadi pernah mengalami 2 hal diatas. Bahkan itu terjadi tanpa disadari, tiba-tiba saja berbelok arah. Suka banget sama warna soft pink dan hijau tosca, eh kalau beli baju sering banget kecantol sama warna krem, coklat atau biru tua. Terus pernah pas ada uang berlebih, niatnya mau beli sepatu karena sepatu yang lama sudah mulai “keriput”. Eh nyampe di mall malah kepengen aja belok ke Gramedia. Lihat sana lihat sini, keinginan buat beli buku ga bisa dibendung lagi. Ya budget buat beli sepatu akhirnya terpakai untuk beli buku. Beli sepatunya diundur jadi bulan depan.

Begitu banyak kejadian serupa terjadi dalam kehidupan ini. Sesuatu yang benar-benar kita niatkan, ternyata di pertengahan jalan berubah dengan atau tanpa kita sadari. Dua hal diatas hanyalah kejadian kecil yang sangat sederhana yang menunjukkan bahwa takdir itu berlaku. Dan dua hal diatas terjadi tanpa disadari, untuk hal-hal sepele yang perubahannya tidak akan menjadi masalah buat aku. Tidak masalah kalau suka warna soft pink tapi baju malah kebanyakan warna coklat. Tidak masalah kalau niatnya beli sepatu, tapi akhirnya beli buku. Perubahannya tidak jadi masalah.

Tapi bagaimana dengan kejadian yang perubahannya jadi masalah? Seperti kita sudah mengumpulkan uang buat orangtua naik haji, eh di pertengahan jalan ternyata anak atau sanak keluarga ada yang sakit parah dan butuh biaya yang sangat besar. Terus uang yang sudah ditabung terpakai buat biaya pengobatan dan rumah sakit.  Atau pernah pacaran hingga bertahun-tahun tapi ternyata di pertengahan jalan putus dan akhirnya mantan pacar menikah dengan orang lain. Atau dari awal tamat SMA niat banget mau masuk teknik penerbangan, ternyata gagal di tes terakhir dan akhirnya kuliah dengan jurusan Biologi *yang lainnya bisa ditambahkan sendiri sesuai pengalaman masing-masing Readers*. Silahkan bayangkan sendiri bagaimana rasa kecewa dan sakit hatinya.

Namun tanpa disadari, semua kejadian itu mengajarkan kita bahwa Allah ada. Tangan Allah bekerja. Campur tangan Allah akan selalu ada, mulai dari kejadian sepele sampai kejadian penting buat hidup kita. Coba saja kalau aku beli baju sesuai warna favorit aku, warna hijau tosca sama soft pink. Ya jelas tidak cocok dengan warna kulit aku yang seperti sawo setengah matang *ga mau bilang kayak warna sawo matang*. Dan saat itu, untung saja aku beli buku ketimbang sepatu. Karena buku yang aku beli justru menyajikan sudut pandang lain yang sangat bijak untuk kegalauan aku saat itu.

Seperti yang Bang Tere Liye tulis di buku Aku, Kau dan Sepucuk Angpao Merah.

Sederhana, Borno. Kau bolak balik sedikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika wajah kau tak kusut lagi. Dijamin berhasil.

Kenapa tidak kita coba sedikit saja membolak-balikan hati ketika kecewa dan sakit itu datang. Dengan selalu ingat bahwa Allah selalu punya rencan terbaik untuk kehidupan kita.

Dan mungkin juga bisa terjadi buat cowok idaman kali ya Readers? Bisa jadi cowok idaman aku yang tinggi atletis, hidung bangir, kulit bersih, sholeh, berkacamata dan rendah hati. Eh pas nikah nanti malah punya suami yang sama tinggi dengan aku, hidung mancung, kulitnya seperti sawo setengah matang juga seperti aku dan *semoga* tetap sholeh. Ya kan? Heheheee…

Dan biarkanlah tangan Allah bekerja atas semua takdir hidup kita. Karena Allah jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Berdamailah dengan perubahan yang terkadang tidak kita inginkan dari niat dan harapan-harapan besar kita. Biarkan kehidupan mengalir dan di saat yang tepat, akan selalu ada saja kejadian-kejadian yang membelokan kita ke arah takdir yang ditentukan Allah. Dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat untuk berharap.

“Dan hanya kepada Allah semua urusan bermuara”

With Love,

Salam Semangat !!!

27 thoughts on “Sedikit Saja Bolak-balikan Hatimu

  1. “Eh pas nikah nanti malah punya suami yang sama tinggi dengan aku, hidung mancung, kulitnya seperti sawo setengah matang juga seperti aku…”

    Hmm… “Sama tinggi dengan aku, kulitnya seperti sawo matang *eh..😀

  2. Heheee, pernah2 mengalami kecelakaan seperti itu. paling kagak tahan liat buku. Jadi paling tersiksa saat kantong menipis, tapi hati pengen ke Islamic book fair. heheee

    Karena Alloh Maha Mwmbolak-balikkan hati manusia🙂

    • Walopun saya bukan shopaHolic, tapi kalo liat buku saya bisa ngeces terus nih.. Kadang tampang muka memelas “beliin buku donks” ama sapa saja yang bisa jadi sasaran. hihiiiii #DontTryThisOnTheStreet😆

    • terkadang ngeluarin duit buat beli buku jadi ga terlalu berasa ya mbak, yang lebih ribet lagi ya kalau lagi ga ada uang tapi kebeeleet banget pengen beli buku. Ya udah, cari2 sasaran buat beliin buku atau terpaksa sabar sampai uangnya ada. Hihhiiii…

  3. assalamualaikum, postingan yg mantaps..
    jgn lupa kunjungannya ya 🙂
    selamat siang sahabat pecinta roda dua, bagaimana kabarnya hari ini? mudah2an bro dan sis dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apapun. tetap semangat bro sisi dan selalu safety ridding.. salam ridermatrix

  4. hmmmm..
    kita hanya berencana Dia yang menentukan…

    pengaturanNya sangat lembut, sehingga kita tidak terasa kalu kita senantiasa diatur….

    maunya beli sepatu eee malah ketoko buku.. hehee…

    syarat dengan makna ini postingan…

  5. setuju. sama kayak kata ibu saya “kalau mau marah, coba kamu jadi dia, kira-kira apa reaksi kamu?” hahaa kalau inget kata-kata itu, saya jadi ngerem dan ga jadi marah😀

    • Sesekali menempatkan diri di posisi orang lain adalah hal yang perlu dilakukan untuk menghindari pertengkaran dan menimbulkan empati Tiara…aku setuju banget sama kata-kata ibu kamu..:-)

    • betul mas..kata mas Tere Liye di buku Hafalan Sholat Delisa : diri kita sendiri saja bukan kita yang memiliki…dipikirin juga engga sih mas..tapi sebenarnya kita mesti berpikir biar bisa tahu hikmah yang engga kasat mata dari tiap kejadian itu apa…:-)

  6. Pingback: Fabulous Space

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s