Mengenang 1 Tahun Akhir Perjuangan yang Manis Itu

Aku : “Ibu, Fanny nio bahan baju kebaya yang warna pink salem tu untuak kebaya wisuda”

(Ibu, Fanny pengen bahan baju kebaya yang warna pink salem itu buat kebaya wisuda)

Ibu :  “ Maha bana haragonyo Fan, sampai lo 400 ribu”

(Harganya mahal sekali Fan, sampai 400 ribu)

Ayah : “Ma nyo bahan tu, liek Ayah. Ooh, iko manis bana warnanyo kalau Fanny yang pakai mah. Bali selah Bu, sakali saumua hiduik anak wak wisuda sarjananyo, iko bia Ayah yang bayia”

(Mana, coba Ayah lihat bahannya. Oooh, ini warnanya akan manis sekali kalau Fanny yang  pakai. Beli saja, Bu. Cuma sekali seumur hidup anak kita wisuda sarjana, ini biar Ayah yang bayar)

Aku : “…………………………………………….”

                                                                                                                                                                (di toko tekstil Pasar Raya Padang, awal Agustus 2011)

Holla Readers !!!

Percakapan diatas terjadi lebih kurang beberapa minggu sebelum aku sidang Tugas Akhir (skripsi), lebih kurang 1 tahun yang lalu. Saat harapan dan janjiku pada orangtua untuk melihat aku menjadi sarjana kian dekat untuk dipenuhi dan ditepati. Tanpa pikir panjang, Ayah langsung mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar bahan baju kebaya warna pink salem nan cantik itu plus pasangan bahan rok batiknya. Tak peduli, sungguh tak peduli harganya tergolong mahal untuk kami. Dan tanpa menawar ke penjualnya *nangis kalau ingat kejadian ini*

Dan rasanya sangat sangat manis sekali Readers. Ketika perjuangan itu menemui ujung, ketika janji dan satu harapan itu berhasil kutepati. Manis sekali ketika semuanya berujung dengan kebanggaan sumringah menghiasi wajah mereka.

Siapa bilang perjalanan menuju “menepati janji dan harapan” itu mudah saja? Perjalanan menyelesaikan Tugas Akhir selalu memiliki kisah tersendiri bagi orang-orang yang pernah melaluinya.

Begitu pula dengan kisahku.

Awalnya, ketika semester 8 dimulai. Dengan mantap aku menguatkan tekad untuk diwisuda bulan September tahun itu (2011). Tentu saja langkah pertama yang harus aku lakukan adalah menentukan judul Tugas Akhir. Maka dimulailah perjalanan itu, browsing sana sini cerewet bertanya sama uda Google dan tanya hilir mudik ke senior-senior yang lebih berpengalaman. Sampai akhirnya muncullah satu ide penelitian, langsung deh dioret-oret di buku catatan dengan judul “Analisis Beban Pencemaran Sungai X Oleh Limbah Industri Y di Daerah Z”.  Silahkan dilihat Readers, ini dia potret oret-oretnya.

Terus, udah? Segitu aja nentuin judulnya? Siapa bilang perkara nentuin judul Tugas Akhir segitu gampangnya?

Ada-ada saja halangan yang bikin judul yang direncanakan itu tidak jadi dipakai. Selalu ada saja halangan. Begitu juga yang terjadi dengan topik dan judul-judul berikutnya di bawah ini :

  1. Tentang pengolahan air limbah dengan metode Multi Soil Layering.
  2. Tentang penyisihan logam berat di air limbah industri dengan menggunakan tanaman eceng gondok.
  3. Studi konsentrasi gas pencemar di udara ambien kampus Universitas Andalas Limau Manih dengan metode passive sampler.

Sungguh menyebalkan ketika judul-judul itu selalu buntu dengan halangan-halangan seperti judulnya sudah sering dijadikan judul Tugas Akhir oleh senior, mendatangkan alatnya dari pulau Jawa sana sangat ribet dan mahal dan ada juga judul yang ternyata kawan seperjuangan sudah lebih dulu mengajukan judul tersebut ke pembimbing.

Dan panik pun menyerang, cuma tertinggal 5 bulan lagi menuju Agustus, batas terakhir sidang Tugas Akhir untuk wisuda periode September. Gelisah, tidur pun kian tak nyenyak. Sampailah ketika panik itu sampai di puncaknya. Tak ada lagi ide. Klimaks panik itupun ditandai dengan aku yang menangis sesugukan di salah satu malam yang penuh kemampetan ide itu. Terbayang wajah Ayah dan Ibu. Teringat janji dan target “September Ceria”. Teringat keinginan agar Ayah dan Ibu tak lagi mengeluarkan uang untuk semester 9-ku *walaupun itu tak akan pernah jadi masalah buat mereka*

Klimaks panik itu pun aku redam dengan sholat malam.

Beberapa hari kemudian, setelah lelah bergonta ganti judul akhirnya aku menetapkan pilihan untuk mengambil judul yang diusulkan salah satu dosen, Ibu Suarni S. Abuzar. Topik yang untuk pertama kalinya dibahas di jurusanku, tidak ada referensi dari Tugas Akhir terdahulu. Bismillah, hanya itu. Setelah mendapatkan kawan seperjuangan untuk mengerjakan penelitian ini dan bersabar bolak balik asistensi untuk membuat proposal, maka disetujuilah judul tersebut oleh bagian kemahasiswaan jurusan. Dan Tugas Akhir itupun dimulai.

Awalnya oret-oret pendahuluan.

Lalu oret-oret rumus.

Dan asistensi demi asistensi.

Dengan waktu yang tersisa lebih kurang 4 bulan, entah kenapa kemudahan dan pertolongan Allah rasanya tak putus-putusnya datang. Mulai dari pembimbing yang sepertinya percaya saja dengan apa yang kami usulkan untuk diteliti, tentang rumus-rumusnya yang kami gunakan, tentang kesimpulan-kesimpulan yang kami ambil. Penelitian itu selesai hanya dalam jangka waktu 4 bulan. Tak terasa akhirnya sidang sarjana itu ada dihadapan mata.

Kabar gembira itu sampai ke telinga Ayah dan Ibu, doa-doa lebih dipanjangkan dan restu tak henti-hentinya mengalir. Dan Alhamdulillah, 08 Agustus 2012 sidang sarjana itu serasa dimudahkan Allah. Akhirnya perjuangan itu menemukan ujung.

Klimaksnya ada di tanggal 10 September 2011. Setahun yang lampau. Saat rasa bangga itu menyesak ke ubun-ubun. Dan kebaya itu dengan bangga aku kenakan. Terlihat manis bukan? *aku narsis*

“Sungguh, tak akan terbalaskan sedikit saja dari sekian banyak pengorbanan. Baru satu harapan, dan seumur hidupku akan kujadikan pembuktian untuk memenuhi harapan-harapanmu yang lain, Ayah dan Ibu. Semoga Allah selalu menyayangi dan mengasihi Ayah dan Ibu seperti kalian mengasihi aku di waktu kecil, amiin ya Allah”

With Love,

Salam Semangat !!!

54 thoughts on “Mengenang 1 Tahun Akhir Perjuangan yang Manis Itu

  1. wowwww 400 ribu ya fanny??? bagaiamana pun kebanggan orang tua memang tidak bisa diukur dengan uang…
    btw, masih ingat aja hari wisudanya ya… klo saya udah gak ingat lagi, parahnya waktu wisuda malah pinjam baju orang.. hehehehe maklum laki-laki kali ya, pakainnya gak ribet…😀😀

    • iyaa uda, lumayan mahal..hihihiii..kalau udah senang dan bangga gitu, smpai2 ayah ga mikirin harga lagi..hikss…

      kalau cowok gampang ya uda, jasnya bisa pinjam..kalau kebaya bisa pinjam juga sih sebenarnya uda, tapi kepengen aja punya kebaya wisuda, kan habis tu bisa dipakai buat keperluan lain..yyyaaa, kok ingat uda?hehee…

  2. Tunggu kisah saya ya fan. Semoga bisa saling menginspirasi.😀

    Sudah banyak tertumpah ruah tinta ini menggoreskan sedikit cerita bagi padang perjuangan, tapi terlihat lesu untuk mengejar mimpi itu. Moga saja, itu tak berlarut.😀

  3. perjuangan wisuda itu emang selalu bikin bahagia kalau dikenang fan…
    jadi ingat juga nih masa2 sulit2 itu..
    btw catatannya masih disimpang ya fan…wuaaa…
    kangen kuliah jadinya😆

    • iyaa unii…selalu aja tetap bangga kalau ingat itu..hehehee..ehaaaa, masa-masa sulit ya uni yaa…:-)

      disimpan uni, penuh kenangan tu catatannya..hehee…samaaa, fny juga kangen kuliah…hiks…

  4. lulusan teknik lingkungan Unand ya fan??..
    wah satu fakultas donk kita ya..dulu sempat diajarin ama ibu suarni soalnya..🙂

    aku sih, alhamdulillah,tugas akhir dimudah kan banget ama Allah..dikasi judul ama dosen pembimbing..dan tugasnya pun ga ribet..
    Alhamdulillah skg udah 4 tahun aja wisuda..aku wisuda tanggal 23 agustus 2008..😀 *ketahuan deh udah tuwir*😀

    anyway..fotonya cantik deh fan..

  5. Baju kebaya emang khas budaya indonesia. Yg makai pun tampak cantik bnget. Dan do’anya mengingatkan aku juga pada ayah da ibuku. Amiin.. sya ikut aminkan do’anya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s