Follow Up “Pikiran-Pikiran Yang Berkeliaran” – Belajar Bahasa Arab

Holla Readers !!!

Masa ul khair…. 

Seperti yang pernah aku ceritakan disini, salah satu pikiran-pikiran yang sering melintas dipikiranku adalah kepengen banget bisa bahasa Arab. Sebagai bentuk tindak lanjutnya, sore ini aku mencoba belajar sama Uda Google tentang percakapan sehari-hari dalam bahasa Arab. Hasilnya aku sudah hapal *bukan bisa* beberapa kata sederhana dalam bahasa Arab. Dan taaraaaaa…ini dia:

Ismi Fanny (nama saya Fanny)

Askunu fii Pekanbaru (saya tinggal di Pekanbaru)

Khaifa haaluk (apa kabar?) *pura-puranya aku lagi nanyain kabar sama Readers semua, terus Readers balik nanya apa kabar sama aku*

Bikhair, walhamdulillah (Kabar baik, Alhamdulillah)

Anta ta’rif au la? (Anda tahu atau tidak?) *pura-puranya aku mau nanyain itu sama Readers semua, terus Readers jawab “tidak”*

La ba’sa (tidak mengapa)

Anaa sa’iidun jiddan lima’rifatik (senang sekali saya dapat berkenalan denganmu)

Syukran ‘alat-ta’aarufi (terima kasih atas perkenalannya) Continue reading

Advertisements

Tak Ada Mimpi yang Ketinggian

“Biarkan keyakinanmu menggantung 5 cm di depan keningmu

Setelah itu …

yang kamu perlukan cuma kaki yang melangkah lebih jauh dari biasanya,

tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya,

mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,

lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,

dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya.

Serta mulut yang akan selalu berdoa”

Holla Readers !!!

Sepenggal kata-kata sakti itu tercatat indah di buku karangan Mas Dhony Dhirgantoro dengan judul 5 cm. Bercerita tentang 5 sekawan dengan segala kegilaan dan kekonyolan khas remaja. Menurut aku, buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang sangat ringan, santai dan khasnya kawula muda zaman sekarang. Dan buku ini cocok sekali dibaca oleh seluruh kalangan dan umur, terutama bagi mereka yang sedang bermimpi. Sangat memberikan energi positif bagi mereka yang kini tengah terbakar semangat meraih mimipi-mimpi besar. Dan memberikan energi baru yang dahsyat untuk mereka yang tengah down, yang tengah terpuruk karena kegagalan dalam mencapai mimpi-mimpi mereka.

This world is for those who want to fight. Dunia hanya untuk orang-orang yang mau berjuang.

Jujur, kata-kata itu menampar aku yang terkadang seolah malas-malasan untuk mencapai impian-impian yang menurut aku terlalu muluk untuk dicapai. Bagaimana mau punya mimpi kalau sekarang aku malas berusaha untuk meraih mimpi itu? Bagaimana mau punya mimpi kalau aku saja terkadang takut untuk bermimpi besar?

 “Gue udah naruh puncak Mahameru disini” Ian menunjuk keningnya. “sama waktu gue ngejar skripsi, gue taruh skripsi itu disini” Ian menunjuk keningnya lagi …… dan apapun halangannya gue gak akan pernah mau nyerah. Continue reading

Bagiku Update Status-ku, Bagimu Update Status-mu

Holla Readers !!!

Okeeehh, baiklah. Enough dengan cerita mellow-mellow di tulisan sebelumnya. Anggap saja postingan sebelumnya bukan aku yang nulis *lho, terus siapa lagi coba?*. Anggap aja itu adalah bagian lain dari diri aku yang nulis *aduh gimana sih tambah ga jelas, jadi berkepribadian ganda dong??*

Saat ini tidak bisa kita pungkiri bahwa kita tengah hidup di era yang teknologi komunikasinya sangat canggih *kok tetiba berubah jadi ngomongin ini? Suka-suka dong, terima aja yah Readers*. Dengan teknologi komunikasi yang makin canggih itu memungkinkan orang-orang di seluruh penjuru dunia bisa saling terhubung, saling berkomunikasi. Telepon rumah aja lewat deh. Di rumah aku ada satu telepon rumah yang jarang sekali berbunyi krang kring krang kring. Ya iyalah, gimana mau bunyi. Yang nelpon via telpon rumah itu udah jarang banget ada. Sekarang ini semua orang punya telepon genggam (handphone). Kalau mau menghubungi seseorang, ya tinggal pencet nomor handphonenya terus langsung nyambung deh sama orang yang dimaksud. Simple dan tidak ribet.

Jenis handphone yang dipakai juga banyak banget macamnya. Mulai dari handphone yang cuma bisa nelpon, sms dan main game ular-ularan sampai handphone yang bisa operate sendiri hanya dengan menggunakan suara si pengguna handphone. Canggih banget kan Readers? Melalui handphone, kita ga cuma bisa sekedar menelpon atau sms. Kita juga bisa browsing internet, chatting via berbagai macam aplikasi sampai yang paling eksis sekarang bisa chatting via Blacberry Messenger (BBM). Kita bisa saling ngegosip eh ga, maksudnya saling berkomunikasi hanya dengan cara bertukar nomor PIN satu sama lain. Keren kan yah?

Keberadaan sosial media yang makin menjamur juga sangat memungkinkan orang-orang saling terhubung satu sama lainnya. Sebut saja mulai dari Friendster, Facebook, Twitter, Pinterest, dan lain-lain. Keberadaan social media tersebut memungkinkan orang-orang yang terhubung dengan akun kita tahu seluruh kegiatan kita via status update yang kita buat, dari aplikasi Foursquare buat kasih tahu kita lagi dimana. Bahkan kita lagi pacaran sama siapa juga bisa ketahuan kalau kita mau kasih tahu.

Di BBM juga seperti itu. Di recent updates berseliweran aktivitas-aktivitas terbaru dari kontak kita. Mulai dari mereka yang berganti Display Profile (DP), apa Private Message (PM) terbaru dan juga musik apa yang sedang mereka dengarkan saat ini.

Keberadaan social media dan fasilitas chatting ini sama-sama menyediakan fasilitas “update status” bagi pengguna Facebook, “tweet” bagi pengguna Twitter dan “PM” bagi pengguna BBM. Fasilitas update-update-an itupun dengan senang hatinya digunakan untuk berbagi. Mulai dari berbagi kabar aktivitas apa yang sedang dikerjakan. Seperti “lagi baca buku nih”, “kerjaan numpuuuuk, harus kejar deadline niih” atau “lagi boker”.  Terus bisa juga kasih tau sama orang-orang, kita lagi pacaran sama siapa, baru tunangan, baru married atau dari berpacaran jadi single *yaaa, ketauan deh kalau baru putus*. Atau yang lagi punya masalah bisa juga curhat seperti “tanpamu aku butiran debu sayang”, “aku ga sanggup hidup tanpamu”, “kenapa sih kamu tega khianati aku??jahaaatt, kamu jahaattt…kamu tegaaaaaaa”. Dan yang buat hobi bikin puisi, bisa juga salurin hobi itu lewat social media ini seperti “kau bagaikan mawar, dan aku adalah kumbangnya. Sayangnya aku ketusuk durimu, sakit deh” *duh, ga jelas ini puisi apaan* Continue reading

Sedikit Saja Bolak-balikan Hatimu

Holla Readers !!!

Selamat hari ke 10 !!! *ngomong sama diri sendiri*

Readers, apa sih warna favorit kalian? Jawabannya pasti saja warna kan yah. Terus, kalau kalian beli baju, pernah tidak ternyata kecantolnya sama baju yang warnanya bukan warna favorit kalian?

Terus, pernah tidak dari rumah kalian niatnya mau pergi ke mall pengen beli sepatu. Tapi pas sampai di mall, kalian tiba-tiba belok ke arah toko buku dan akhirnya budget buat beli sepatu beralih ke buku tanpa kalian sadari?

Ya setidaknya aku pribadi pernah mengalami 2 hal diatas. Bahkan itu terjadi tanpa disadari, tiba-tiba saja berbelok arah. Suka banget sama warna soft pink dan hijau tosca, eh kalau beli baju sering banget kecantol sama warna krem, coklat atau biru tua. Terus pernah pas ada uang berlebih, niatnya mau beli sepatu karena sepatu yang lama sudah mulai “keriput”. Eh nyampe di mall malah kepengen aja belok ke Gramedia. Lihat sana lihat sini, keinginan buat beli buku ga bisa dibendung lagi. Ya budget buat beli sepatu akhirnya terpakai untuk beli buku. Beli sepatunya diundur jadi bulan depan.

Begitu banyak kejadian serupa terjadi dalam kehidupan ini. Sesuatu yang benar-benar kita niatkan, ternyata di pertengahan jalan berubah dengan atau tanpa kita sadari. Dua hal diatas hanyalah kejadian kecil yang sangat sederhana yang menunjukkan bahwa takdir itu berlaku. Dan dua hal diatas terjadi tanpa disadari, untuk hal-hal sepele yang perubahannya tidak akan menjadi masalah buat aku. Tidak masalah kalau suka warna soft pink tapi baju malah kebanyakan warna coklat. Tidak masalah kalau niatnya beli sepatu, tapi akhirnya beli buku. Perubahannya tidak jadi masalah.

Tapi bagaimana dengan kejadian yang perubahannya jadi masalah? Seperti kita sudah mengumpulkan uang buat orangtua naik haji, eh di pertengahan jalan ternyata anak atau sanak keluarga ada yang sakit parah dan butuh biaya yang sangat besar. Terus uang yang sudah ditabung terpakai buat biaya pengobatan dan rumah sakit.  Atau pernah pacaran hingga bertahun-tahun tapi ternyata di pertengahan jalan putus dan akhirnya mantan pacar menikah dengan orang lain. Atau dari awal tamat SMA niat banget mau masuk teknik penerbangan, ternyata gagal di tes terakhir dan akhirnya kuliah dengan Continue reading

Selingkuh

Holla Readers!!!

Malam ini, di sela sela penat pulang dari lokasi *ccaaiiillah sok sibuk banget sih*, sambil chatting via BBM (Blackberry Messenger) dengan beberapa orang teman, aku kepikiran sesuatu. Sesuatu yang banyak sekali terjadi di dunia luar yang kejam *terus aku hidup di dunia dalam gitu?*. Apakah itu?

Perselingkuhan dalam pernikahan.

Deggggg. Konyol sih, mikirin itu malam-malam begini. Tapi itu memang kejadian, malahan ada bapak-bapak yang ngaku segala kalau hobinya emang selingkuh alias main cewek. Terus aku harus gimana? Harus marah, terus jauhin tu Bapak? Ya ga mungkinlah, secara yang ngaku ini orang yang udah aku segani selama di rantau. Mau bilang apa lagi kalau orangnya udah ngomong blak-blakan? Ya sudahlah, mungkin udah gitu dari sananya.

Kenapa mesti ada perselingkuhan? Okey,mari kita batasin ruang lingkup pembicaraan malam ini. Perselingkuhan kalau terjadi di masa-masa single alias masih pacaran, walaupun ga baik tetap masih bisa dimaklumi karena belom ada ikatan apapun *tetap aja salah sih, intinya lebih baik ga usah pacaran deh*. Tapi kalau perselingkuhannya terjadi di dalam ikatan pernikahan, gimana dong? Jelas banget menyalahi aturan kan? Berkali-kali lipat lebih sakit dikhianati pas udah nikah kan?

Di dunia artis yang serba glamour banyak juga yang selingkuh gitu. Ya ga suami atau istri, sama aja. Tetap ada yang selingkuh. Walau kebanyakan yang selingkuh itu kaum suami. Dan yang tak kalah mengherankan, kebanyakan dari kaum suami yang selingkuh ini berasal dari orang orang borju alias banyak duit. Karena kaya dan banyak duit kali ya, makanya mereka ngerasa bisa beli dan penuhi apapun yang mereka mau. Benar benar apapun.

Tapi setelah dipikir-pikir, apa yang terjadi dengan mereka yang banyak duit itu? Aku ya Continue reading