Aku Jatuh Cinta (1)

Holla Readers !!!

*huatttccciimm!!*

Seminggu tidak menulis itu rasanya seperti sesak menahan rindu setelah berhari-hari tidak ketemu kamu cinta *eehhaaaaa, lebay*

Ya cinta. Setelah membaca buku karangan Tere Liye berjudul “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah*, ada rasa indah yang menyelinap hangat ke dalam hati. Ini bukan lebay. Kisah cinta Borno kepada Mei, mencuatkan cinta yang sederhana, tenang, tidak dibuat-buat dan tidak menggebu-gebu. Keren banget pokoknya *tiba-tiba jadi kepikiran tentang cinta*.

Cinta.

Satu kata yang memiliki jutaan makna dari jutaan hati. Berdasarkan survey kepada beberapa teman terdekat yang aku tanyakan tentang definisi cinta, ini dia jawabannya Readers.

Ada yang bilang cinta itu mengasihi dengan hati yang ikhlas dan sabar, bukan sebuah paksaan dan bagi yang dicinta tidak merasa terpaksa atas orang yang mencintainya.

Ada yang bilang cinta itu sederhana, bagaimana kita bisa menjadi bagian dari hidupnya dan menjadi (melengkapi) puzzle yang kurang atau hilang.

Ada yang bilang cinta adalah sesuatu yang berasal dari hati, tulus dan tanpa mengada-ada.

Ada yang bilang cinta itu adalah rasa yang ga pernah bohong.

Ada yang bilang cinta itu tidak mengenal logika.

Ada yang bilang cinta itu adalah perbuatan dan cinta itu seperti menari. Bedanya cinta sejati akan tetap membuatmu menari walau musiknya telah lama terhenti *ini versi Pak Tua di buku “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah”*

Jutaan hati, jutaan makna, jutaan definisi. Kalau cinta sebegitu indahnya dirasakan dan didefinisikan, kenapa masih ada saja cinta yang berakhir tidak menyenangkan? Ada saja cinta yang diisi pengkhianatan, perpisahan sampai bunuh diri ketika cinta itu hilang? Kenapa ada cinta yang awalnya begitu menggebu-gebu, bisa berakhir hambar bahkan berakhir dengan permusuhan?

Okey, sepertinya pembahasan tentang cinta ini agak sedikit memusingkan.

Terserah orang-orang ingin mendefinisikan cinta seperti apa. Namun bagaimana dengan yang satu ini.

Pernah dengar cinta, yang ketika berharap kepadanya kita tidak akan pernah dikecewakan?

Pernah dengar cinta, yang walaupun kita sering melupakan tapi dia tetap mencintai?

Pernah dengar cinta, yang semua janjinya adalah pasti dan kita tidak akan pernah diingkari dan dikhianati?

Pernah dengar cinta, yang walaupun kita menangis sesak menahan rindu pertemuan dengannya namun tidak pernah menjadikan kita kurus kerontang kehilangan semangat?

Pernah dengar cinta seperti itu? Ya, Dia. Cinta Allah kepadamu.

Silahkan jawab sendiri pertanyaan “kenapa-kenapa” di paragraph ke 11. Apa yang salah dengan cinta-berakhir-buruk itu?

*kau tak akan mampus  jika hidup tanpa perhatian dari cinta yang belum halal. Ketika Allah tak lagi mempedulikanmu, itulah mampus yang sebenarnya*

Katakanlah wahai semua pecinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karena-Nya. Katakanlah semua kerinduan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha men-Cinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajah-Nya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tak pernah tumbuh.

“Tere Liye – Hafalan Sholat Delisa”

With Love,

Salam Semangat !!!

16 thoughts on “Aku Jatuh Cinta (1)

  1. wakakaka.,.,.itu definisi cinta yg kedua bagus juga.,.,bleh tau siapa orgnya.,.,hahaha
    eh eh yang ini “Ada yang bilang cinta itu adalah rasa yang ga pernah bohong”(iklan mie sedap ne)

    • oh..kebetulan itu definisi cinta favorit saya brdasarkan survei yg dilakukan td..ituuu kalimatnya si …. hohooo, dirahasiakan, nnti orgnya marah…

    • trus biasanya org bilang eeeeaaaaa….eeeaaaa….

      hahahaa…ga digetok kok, cuma dipukul pke gagang sapu aja *lho, sama ya??* Salam kenal Rian…:-)

  2. ada yang mendefenisikan cinta merupakan jembatan antara dua jiwa. Makanya, muncul istilah belahan jiwa. Konon, pada mulanya jiwa diciptakan menjadi satu kesatuan dan kemudian jiwa tersebut terpisah menjadi beberapa bagian. Ketika sebagian jiwa itu bersatu dengan jasad, maka sebagian jiwa yang lain terpisah ke jasad yang lainnya. Dengan cinta lah jiwa-jiwa tersebut bersatu kembali. Entah itu dalam bentuk hubungan antara suami dan istri, entah itu bentuk hubungan cinta antara anak dan ibu, entah itu dalam bentuk persahabatan… semua cinta itu menyatu karena bersumber dari cintaNYA

  3. waaaahhh…mantaaap udaaaa…makanya dibilang belahan jiwa ya uda…dan yang lebih tahu kemana jiwa-jiwa itu terpisah ya cuma Allah dan Allah yang memepersatukan lagi…subhanallah..kereeeeennn….:-)

  4. Dan untuk apa mencinta kalau hanya mendapatkan dirinya lalu kehilangan yang lainnya. Tapi kalau cinta kepada Allah akan mendapatkan dirinya dan mendapatkan yang lainnya🙂

    Ya gak Fan? Hehehhee..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s