Rembulan Tenggelam di Wajahmu – Si Buku Keren

Holla Readers !!!

Masih ingat dengan buku “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” yang aku bahas di postingan kemaren kan? Kalau udah lupa, silahkan baca disini *tapi jangan sampai lupa dong, hiks*

Hanya butuh 2 hari untuk menamatkan buku sebanyak 425 lembar ini. Dan rasanya tidak menyesal bela-belain menghemat uang untuk beli buku ini. Buku karangan Tere Liye ini keren Readers !! KEREN banget.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini.

Yang pertama, buku ini mengajarkan kita untuk TIDAK CENGENG meratapi nasib buruk dan selalu mensyukuri setiap kejadian. Hidup ini sederhana.

“Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke ATAS, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke BAWAH, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur”

 

Yang kedua, buku ini mengajarkan kita untuk punya tujuan hidup. Buku ini membuat kita merasakan dan berpikir, bahwa memang sepantasnyalah orang hidup mempunyai tujuan hidup agar nantinya saat ajal menjemput, kita bisa menjalaninya dengan damai. Tinggal kita yang menentukan apa yang menjadi tujuan hidup kita.

“Seseorang yang memiliki tujuan hidup, maka baginya tidak akan ada pertanyaan tentang kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke dalam kesedihan. Baginya semua proses yang dialami, menyakitkan atau menyenangkan semuanya untuk menjemput tujuan itu. Dan dia bertekad menjemput akhir sambil tersenyum, seperti istrimu.  Ia meninggal dengan penghujung yang baik….”

 

Yang ketiga, buat yang pernah disakiti buku ini mengajarkan kita untuk ikhlas menerima semua rasa sakit yang menimpa. Ikhlas memang bukan kata yang mudah untuk dipraktekkan, namun sekurang-kurangnya kita mencoba untuk MENERIMA.

“……Kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan yang tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi. Benar, kau bisa memilih untuk menerimanya”

 

Tokoh yang paling menarik di buku ini versi aku adalah “si Gigi Kelinci” alias Fitri. Berawal dengan semua masa lalunya yang sangat kelam, menjalani profesi sebagai pelacur dan wanita simpanan. Ketika bertemu Ray, yang mau mencintai apa adanya dan memang dasar hati Fitri yang sebenarnya sangat baik dan bersih akhirnya Fitri mencapai tujuan hidupnya melalui Ray.

Menjadi istri yang diridhoi suaminya di tiap keadaan dan menjelang ajalnya *berharap bisa jadi istri seperti itu*. Walaupun dengan masa lalu yang mungkin sebagian orang akan mencemooh, siapa sangka Tuhan mengirimkan seribu malaikat untuk menjemputnya. Indah sekali. Kasih sayang dan ampunan Allah terasa sangat indah, hanya dengan tujuan si Gigi Kelinci yang sederhana terhadap suaminya : “Bagiku kau ihlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanku padamu. Itu sudah cukup”

Benar-benar patut ditiru dan jadi bahan renungan yang baik.

Dan masih banyak lagi pelajaran dari buku ini yang bisa kita renungkan. Silahkan baca bukunya sendiri Readers dan rasakan sensasinya *kok jadi promosi gini* !!!

With Love,

Salam Semangat !!!

28 thoughts on “Rembulan Tenggelam di Wajahmu – Si Buku Keren

    • Siappppppppppp. Nunggu gajian atau ada orang yang punya deh, baru hajaaaaaar. Hehe

      Lumayan sih fan. tapi gak begitu sibuk. Cuma pulang perginya yang agak jauh, buat kalo udah sampe kos langsung tepar. Belum ditambah2 pake bumbu macet ala bandung. hehehe

    • muahaahaa…lebih dekat belinya di Bandung kali Yoga…huuu, maunya juga yang gratisan kamu nih…

      Kalau Siak, hahaa…sepiiiii banget Yoga, karena aku tinggalnya di dusun…kalau Pekanbaru, lumayan macet di jam2 tertentu..tapi ga separah Jekardah…

    • yaaaeelaah, aku malahan mau beli online, dikirimin dari Jawa sana bukunya *tetap maksa ga mau beliin buat kamu*

      krena wilayah eksplorasi minyak, mkanay sepi..kbnyakan msih hutan dan bnyk sawit…
      bbolleeehh ayuuuk, klu ke bandung atau bogor mah aku mau..tapi kalau Jekardah?? tidaaakkkkkkkk…..:-D

    • ya dong, ngeles itu penting..wahahaa…:-)

      ha?melambai?wehehe…udah ke Jekardah, dulu bimbel di Bandung *tapi nasib membawa aku kuliah di padang*

      makanya lbh milih bandung atau bogor deh, drpada jekardah…

    • bimbel di SSC yang di Sumur Bandung…iya yoga, alhamdulillah udah lulus tahun 2011 kemaren, aku angktan 2007..btw, kamu angktan brapa yoga??

      waaaaahh, macet itu memang hobi yang sangat jelek…hahaaha…oiya, aku jurusan Teknik Lingkungan…

    • Deket ITB kan?
      Wah, aku angkatan 2008 fan.
      Tak panggil fanny ja ya. Biar enak.
      Lagian udah kelanjur manggil itu. Umur gak begitu masalah kan? 😀

      Owwww. Teknik lingkungan. Beda sama planologi ya?
      Sesuai bidang gak sekarag di tempat kerja?

    • nyantai aja Yoga, panggil nama kayak di awal aja…

      T. Lingkungan beda sama planologi yoga…sekarang alhamdulillah sesuai *banget malah* sama bidang kerja aku…:-)

    • hahaa….alurnya benar2 maju mundur uni..kadang2 pas baca bukunya, tiba2 jadi kaget sendiri krena ga nyangka kok kjadiannya bisa gtu ya?

      sebentar lagi fny juga mau baca “Aku, Kau dan Sepucuk Angpao Merah” uniii…tak sabarr rasanya…:-)

  1. haha.,.,masih kalah, utk bku yg kmren fiq btuh sehari kurang buat baca sampai tamat.,., 8) *nyombong* mklum kmrenkan libur hahaha

    tp fiq akui karyanya tere liye memang bagus,.,.dia memaparkan kisah yang benar2 diluar dugaan.,.sederhana, sdkit nyentrik dgn bbrpa klmatnya.,. *bsk2 mo bli yg ini jg deh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s