Gue Gak Suka Gaya Loe!!

Holla Readers…!!!

image

How’s your day? Lagi menikmati weekend, memasak, mengerjakan proyek yang deadline-nya semakin dekat atau sedang di kantor bekerja (even today is Saturday, like me) sambil menyempatkan diri untuk nge-blog? Apakah orang-orang di sekitar kehidupan Readers menyenangkan dan membuat urusan Readers lebih baik atau malah membuat hari-hari Readers membosankan? Atau malah hari ini Readers sedang merasakan hal yang sama dengan judul diatas? Yap, GUE GAK SUKA GAYA LOE !!! Wuuiidiih, emosional penuh amarah banget yah judulnya. Tapi tak bisa kita pungkiri bahwa perasaan seperti itu seringkali kita rasakan dan tidak sedikit yang akhirnya terucapkan ke orang yang bersangkutan. Di planet Bumi yang luas ini, hidup dengan bermacam ragam jenis manusia, perbedaan memang menjadi hal yang sangat lumrah. Dan tidak jarang, perbedaan menjadi pemicu pertengkaran yang berujung permusuhan.

Buat Readers yang tinggal di kost-an bersama teman kuliah atau teman kerja, pernah merasa kesal kalau teman sekamar atau serumah tidak mencuci piring sehabis makan dan membiarkan piring tersebut akhirnya membusuk dan berbelatung? Pernah merasa kesal karena teman sekamar membiarkan baju-bajunya berserakan di lantai dan di kasur? Atau berlagak tidak peduli dengan lantai kamar mandi yang kotor dan mulai licin karena berlumut? Aku yakin hampir semua Readers pasti pernah merasakan hal tersebut. Beberapa orang mensiasatinya dengan membuat jadwal piket secar bergilir, namun bagaimana kalau si Teman ini tetap berlagak tidak peduli dan membangkang dari jadwal piketnya? Wah, menyebalkan sekali ya Readers. Apa lagi yang mesti kita lakukan supaya si Teman ini sadar dengan perilaku jeleknya? Diingatkan sudah, dipaksa dengan cara jadwal piket sudah dan tidak mempan atau si Teman ini kita suruh cari kamar atau rumah lain aja kali yaa??

Atau buat Readers yang sekarang bekerja di kantor, pernah merasa kesal dengan teman yang di depan kita baik tapi di belakang kita suka menjelek-jelekan kita? Pernah merasa kesal dengan gaya bicara rekan kerja yang kita anggap menyombong? Pernah merasa capek dengan teman yang tiap hari kerjaannya mengeluh terus tentang hidupnya? Pernah merasa marah karena difitnah terang-terangan oleh rekan kerja? Atau pernah merasa kesal karena teman suka datang terlambat dan pulang terlalu cepat, tapi ketika giliran Readers yang datang terlambat dan pulang terlalu cepat si Teman bakalan marah dan mengadukan hal tersebut ke si Boss? Hmmm, atau buat Readers yang wanita, pernah merasa kesal karena si Boss atau rekan laki-laki yang sudah menikah dengan genit mengggoda bahkan terang-terangan mengajak nikah jadi istri kedua?

image

Masih banyak lagi contoh sikap dan perilaku orang-orang di sekitar yang membuat tidak senang. Untuk permasalahan Teman Kost, bagi kaum wanita (termasuk aku) umumnya akan lebih banyak menahan rasa tidak suka daripada langsung menyampaikannya. Di depan si Teman, mungkin sebagian dari kita akan bersikap tetap seperti biasa sembari menahan rasa kesal. Namun parahnya, banyak di antara kita (terkadang termasuk aku) membicarakan keburukan si Teman ke teman lain di belakang dia alias bergunjing. Benar kan Readers? Terkadang ketika rasa kesal kita tengah meluap-luap tapi kita tidak mau berbicara langsung ke si empu masalah, bergunjing atau dengan dalih curhat ke teman lain serasa jadi pihan yang tepat. Mungkin Readers merasa curhat tentang keburukan orang lain dan bergunjing adalah hal yang berbeda. Namun sebenarnya 2 hal tersebut sangat tipis bedanya, sampai terkadang kita tidak sadar kalau kita sudah bergunjing. Buat Readers yang laki-laki, biasanya kalian bakalan lebih santai dan cuek menghadapi permasalahan seperti ini. Langsung ngomong ke empunya masalah menjadi pilihan yang sangat umum diambil oleh kaum lelaki. Setelah ngomong blak-blakan si Teman jadi tahu kesalahan atau kalau tidak juga berubah, siap-siap saja si Teman tadi terasing dari pergaulan. Dan biasanya laki-laki lebih memilih untuk bersikap santai dan tidak ambil pusing dengan permasalahan tersebut.

Kita sebagai makhluk sosial, memang menjadi kebutuhan kita untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Namun dengan begitu banyak perbedaan cara pikir dan cara bersikap, bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap mereka yang berbeda (cara pikir dan cara bersikap) dari kita? Berikut adalah beberapa tips yang bisa aku bagi untuk kalian Readers:

  • Cobalah untuk mengingat kebaikan mereka, ingat bahwa suatu saat nanti kita juga bakalan butuh bantuan dari mereka.
  • Cobalah untuk mengingat bahwa mereka juga manusia biasa yang bisa khilaf. Buat Readers wanita ataupun laki-laki, tidak ada salahnya langsung mengkomunikasikan hal-hal apa saja yangmembuat kita tidak suka. Tiada yang lebih membuat hati lega selain jujur dan mengeluarkan uneg-uneg. Tapi jangan lupa, ngomongnya baik-baik dan dengan kepala dingin ya Readers.
  • Jika kesalahan atau sikap mereka sudah melampaui batas dan bertentangan dengan prinsip hidup, maka Readers boleh saja menjauhi mereka perlahan-lahan. Oleh karena itu ada baiknya Readers tahu kekurangan dan cara bersikap seperti apa yang bisa Readers toleransi dan mana yang tidak bisa ditoleransi, sehingga Readers bisa menentukan sikap dengan bijak. Namun menjauhi bukan berarti bermusuhan.
  • Yang terpenting jangan sampai membalas perlakuan buruk mereka dengan hal yang sama, karena berarti kita akan menjadi sama buruknya dengan mereka. Tetap bersabar dalam marah dan tetap bersikap baik terhadap mereka, menjadi tindakan yang patut dicoba agar hubungan kita dengan mereka tetap baik dan tentunya tidak menambah dosa. Dan kalau bisa, hindari bergunjing karena bergunjing sama seperti memakan daging bangkai Saudara sendiri.

Yuk, mari kita anggap teman kita yang jorok dan tidak suka membersihkan rumah atau kamar sebagai teman yang perlu bantuan kita untuk mengingatkan mereka akan kebersihan. Kalau mereka masih tidak mau diingatkan, yuk kita anggap kesabaran kita dalam menahan marah dan tidak menggunjingkan mereka sebagai amal ibadah. Mari kita anggap teman kerja yang suka menggunjingkan kita sebagai lahan untuk introspeksi diri dan anggap saja mengurangi dosa kita karena kita digunjingkan. Mari kita anggap teman kerja yang senantiasa mengeluh sebagai orang yang sebenarnya begitu membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kita untuk berbagi duka. Readers, this world is beautiful, let’s face it with smile. Bagaimana menurut Readers? Yuk berbagi cerita disini🙂

With Love,

Salam Semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s