Sandarannya Kokoh kok, Jangan Takut Jatoh

Sandarannya Kokoh kok, Jangan Takut Jatoh

Holla Readers!!

Bandung hujan terus daritadi siang alhamdulillah. Walau tadi sempat keujanan di jalan bareng suami dan akhirnya neduh dulu di Indomaret karena ujannya makin menggila *bahkan yang turun ujan es*. Basah-basahan tapi tetap indah karena neduhnya sambil rangkul-rangkulan sama suami 😁.

Di sore yang masih ujan dan dingin ini, plus otak sama hati jadi agak lebih peka abis ujan-ujan, aku kepengen cerita-cerita dulu. Udah hampir 3 minggu ini, aku udah full pindah ke Bandung. Alhamdulillah, jadinya lebih dekat dan ketemu tiap hari sama suami (kecuali kalau suami survei keluar kota). Nikmat berkumpul kayak gini yang tidak ternilai harganya. Hati lebih tenang, ditambah lagi dengan udara sejuknya Bandung, angkot yang lebih mudah kalau mau kemana-mana, ada Pasar Baru dan Togamas, klop sudah bikin Bandung terasa tambah nyaman.

Sebagian besar kehidupan terasa sesuai dengan apa yang diharapkan. Dekat dengan suami, punya suami yang sangat penyabar, punya rumah yang nyaman, punya mertua yang sangat baik, dan punya penghasilan tetap tiap bulan tanpa harus stay di Jakarta (walau nominalnya jauh berkurang hehe). Banyak sekali yang rasanya patut untuk disyukuri. Walaupun, tidak dipungkiri juga banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan. Rezeki berupa keturunan yang sholeh dan sholehah yang sampai sekarang mungkin Allah belum percayakan pada kami. Yang mungkin Allah mau lihat dulu seberapa serius usaha kami, yang mungkin Allah mau lihat seberapa sabar dan ikhlas kami menjalani ini, yang mungkin Allah mau lihat seberapa baik kami merayuNya untuk mengabulkan doa kami ini.

Ibaratnya kasih sayang orangtua ke anak, wujudnya berbeda-beda satu sama lain. Dalam kondisi apapun, intinya adalah mereka sayang kita. Aku rasa, begitu juga dengan Allah. Dalam kondisi apapun yang ditakdirkan dan diatur untuk kita, Allah pasti sayang kita. Selama harapan-harapan hanya disandarkan dan digantung pada Allah, kita akan baik-baik aja. Karena kehidupan dan harapan-harapan kita berada di sebaik-baik tangan, Allah. Sandarannya kokoh banget kok, jangan takut jatuh 😀

(Walaupun terkadang ngoceh sama nulis ginian mudah, kenyataannya ga semudah itu. Tapi, nikmat ketika kita percaya penuh sama Allah ini memberikan nikmat batin yang perlu disyukuri)

Bandung ujan, adem.
4.55 pm

Advertisements
Sekali kali Ngobrolin Lipstik

Sekali kali Ngobrolin Lipstik

Holla!!!

Siang hari ini abis beres beres packing barang ke kardus dan koper, aku nyempetin diri buat main ke Pasar Tebet buat beli lipstik. Iya, lipstik! Ga tau kenapa beberapa hari ini kepikiran pengeeen banget beli lipstik yang warnanya agak nude plus beli lipstik yang warnanya mirip sama lipstik yang selama ini aku pake, Orange Icon punya Maybelline. Maybelline- ColorShow Orange Icon ini adalah satu-satunya lipstik yang bertahan di aku sampai habis. Beneran sampai habis karena saking sukanya sama warna ini. Tapi sayang banget varian liptik Maybelline yang ColorShow ini udah discontinued.

Sebenernya aku masih punya lipstik lain yang warnanya orange (tertulis di kemasannya gitu), cuma ga tau kenapa pas dipake di bibir warnanya jadi merah terang. Which is bikin aku ga pede sama sekali karena warna merah terangnya itu. Rada rada bikin aku keliatan lebih tua dan kesannya menor. Menurut aku sih. Padahal kayaknya sih emang warna kulit mukaku aja yang ga cocok pake warna merah terang. Secara aku kan ga putih putih amat warna kulitnya. Nah, sebelum ke toko, aku udah gugling dulu warna lipstik apa yang cocok buat warna kulitku. Daripada bingung di tokonya, ya kan.

Nah, sesampainya di toko kosmetik (Toko Nada namanya, pasti yang warga Tebet dan sekitarnya pasti tau toko ini), aku langsung nanyain merk dan warna yang udah aku gugling duluan di kosan. Wardah Intense Matte, Socialite Peach 01. Barangnya ada tapi ga ada testernya, jadi ga bisa swatch coba coba di tangan. Tapi pas diliat isi dalam dan warnanya, langsung yakin suka. Jadi fix beli. Nah, masih ada lagi nih yamg belum kesampaian. Beli lipstik yang warnanya mirip kayak Orange Icon-nya Maybelline. Pas nanya ke Mbaknya, langsung ditawarin beberapa warna yang ada nuansa Orange. Sampai akhirnya milih satu yang warnanya cantik banget menurutku, Orange Obsession. Ini dia penampakan masing-masing lipstiknya!

Wardah Intense Matte, Socialite Peach 01
Maybelline The Powder Mattes, Orange Obsession
Swatch bawah : Wardah Intense Matte-Socialite Peach. Swatch atas : Maybelline The Powder Mattes-Orange Obsession

Berhubung aku belum berpengalaman jadi Beauty Blogger, jadi aku mau kasih review ala kadarnya buat kedua produk ini. Siapa tau bermanfaat buat Readers yang lagi nyari nyari lipstik yang pas.

TEKSTUR

Kalau dari segi tekstur, dua-duanya jelas sama-sama matte tapi ga terlalu bikin bibir terlihat kering. Tapi diantara dua ini, aku lebih suka yang Wardah Intense Matte karena lebih gampang diswatch ke bibir daripada Maybelline. Sekali swatch warnanya udah rata. Kalau Maybelline perlu sedikit usaha biar pas dipake jadi lebih rata. Tapi ga ada masalah sama sekali sih, dua-duanya tetap enak banget dipake.

WARNA

Dua-duanya jelas warna favorit aku. Kalau ga favorit, ga mungkin dibeli hehe. Tapi mungkin waktu penggunaannya aja agak sedikit berbeda. Kalau yang Wardah Intense Matte-Socialite Peach, warnanya agak kalem menurutku. Kalau di foto kesannya kayak pink banget gitu ya, tapi pas dipake di bibir warnanya jadi lebih lembut dan natural. Ga terlalu keliatan banget pake lipstik tapi tetap bikin bibir ga pucat. Pokoknya warnanya manis banget. Cocok buat daily use.

Bedanya sama Maybelline yang Orange Obsession, warnanya jauh lebih bright. Warna orange plus ada nuansa merahnya juga dikit, sukses bikin wajah jadi terlihat lebih cerah. Cocok banget dipake pas kalau lagi butuh mood booster di pagi hari biar lebih ceria. Terus warna ini bakalan cocok juga dipakai kalau mau jalan jalan. Di foto jadi lebih cerah.

KESIMPULAN

Kesimpulannya mah, dua lipstik ini bakalan jadi lipstik favorit aku setelah Color Show-nya Maybelline discontinued. Jangan lupa buat rutin olesin lip balm agau pelembab biar bibir kamu ga kering ya!

With Love, Bye!!😍😍😍😍😍😍

So Moving, Lion

So Moving, Lion

Holla!

Udah pada nonton film Lion?Film yang diadaptasi dari kisah nyata dan dibintangi sama Del Patev itu? Pasti kalian semua hampir sebagian besar udah pernah nonton. Sedangkan aku? Aku baru nonton film ini tadi siang! Yaelah kemana ajaaa? Padahal pas pertama kali filmnya release di bioskop, film ini bisa dibilang heboh dan termasuk salah satu film yang rekomen banget buat ditonton saat itu. Oke, bisa dibilang aku telat banget baru hari ini nonton film Lion. Dan itu pun gara gara ga sengaja pas tuker tuker channel tivi, Fox Movies sedang nayangin itu.

Kali ini aku ga akan nulis resensi film ini kayak blog kebanyakan. Bukan karena ga mau, tapi aku udah telat bangeet cuy kalau mau bikin resensi film itu sekarang! Jujur, film Lion ini adalah salah satu film yang bikin aku makin bersyukur dikasih kehidupan yang seperti ini sama Allah. Dan aku yang cengeng ini dibikin nangis berderai air mata *halah* pas adegan Saroo ketemu sama ibu kandungnya di India. Ya Allaaah, it was so touching dan seketika aku ngerasa beruntung bisa dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu yang sama.

Dan film ini, amat sangat bagus sekali ditonton bareng keluarga (kecuali bareng keluarga yang umurnya masih dibawah 17 tahun karena lumayan sering ada adegan “dalam selimut”-nya si Saroo sama pacarnya, Lucy). Dengan menonton film ini dan meresapi maknanya baik baik, aku rasa akan banyak sekali orang yang akan terinspirasi menjadi orangtua asuh untuk anak anak yang kurang beruntung nasibnya. Secara moral, aku suka banget sama pasangan suami istri Sue dan John yang mengadopsi dua anak yang kurang beruntung nasibnya dari India ini, walaupun di sisi lain aku ga setuju sama sekali dengan prinsip mereka ga mau punya anak kandung karena mereka ga mau tambah bikin sesak Bumi ini lagi. Oh God, pemikiran kayak gitu beneran langka di aku. Atau mungkin banyak orang orang di belahan dunia lain yang punya pemikiran sama? Okeh, they have right for that.

Film ini akan membuat mata orang orang terbuka lebar, bahwa di luar sana masih banyak orang orang yang nasibnya tidak sebaik nasib yang sedang kita jalani sekarang. Kalau kita sendiri suka ngeluh kurang uanglah, beban pekerjaan terlalu banyaklah, atau apapun itu yang kayaknya duniawi banget, mungkin harus malu pas nonton film ini. Jangan jauh jauh ke India, mungkin aja di sekitar lingkungan kita, ada anak anak yang butuh uluran tangan kita. Yang cuma bisa memandang tanpa harapan teman teman mereka yang pergi ke sekolah sedangkan mereka masih harus terus bekerja membantu perekonomian keluarga sambil terus menyeka keringat. Wajah polos dan mata kecil mereka, menyimpan banyak harapan dan impian yang cerah. Cuma mereka belum ketemu jalan untuk memulai meniti harapan mereka. Berdoalah kita semua bisa menjadi salah satu dari orang orang yang diberkahi Allah rejeki dan hati yang ikhlas untuk berbagi dengan mereka. Apalagi menjadi orangtua asuh yang bertanggungjawab dengan pendidikan mereka. Program kayak gitu udah banyak sekali di Indonesia. Bisa tinggal pilih mau ikut yang mana. Tangan tangan mungil mereka udah nunggu buat kita gandeng.

Ya Allah mohon mampukan kami….

Jakarta mendung, 4.50 pm

Ketika Pilihan Melahirkan Pilihan

Ketika Pilihan Melahirkan Pilihan

Holla!!!

Dulu aku pernah nulis di blog ini, bahwa kita manusia, hanya perlu membiarkan hidup mengalir sesuai dengan kehendakNya. Maka, di penghujung jalan kita akan dipertemukan dengan hal hal baik dari Allah, walaupun kadang diawalnya kita suka ngerasa, itu hal yang buruk. Kita ga suka. Dan kita ga terima.

Tapi makin kesini, kadang aku ngerasa ga sepenuhnya juga pernyataan diatas itu benar. Ada waktunya ternyata kita disuruh memilih tanpa sempat lagi menunggu kehidupan mengalir didepan mata kita. Ada waktunya kita disuruh mengambil langkah, membuat keputusan disaat sebenernya kita ga pengen memutuskan apa-apa *ribet yak*

Iya, manusia selalu dihadapkan pada pilihan pilihan. Kayak aku. Saat harus memilih pilihan pilihan yang terbentang setelah memilih untuk menikah dengan si Aa, dan kita memilih untuk beli rumahnya di Bandung. Pilihan yang udah dipilih melahirkan pilihan pilihan yang lain. Hah, ruwet ga bahasanya. Tapi begitulah, i hope you know what I mean.

Tapi ketika dihadapkan dengan pilihan pilihan, mungkin kita cuma perlu ngajuin satu pertanyaan. Pilihan mana yang oaling bikin Allah ridho? Dan dengan berbekal itu, aku memilih buat pindah ke Bandung ikut si Aa. Memilih buat insyaAllah ada tiap hari mengisi rumah impian kami, memilih buat ada dan dekat si Aa tiap waktu. Dan di sisi lain, berarti aku harus resign dari pekerjaanku yang sekarang. Ini seperti memilih antara dua cinta. Gampang gampang susah. Tapi suami harus tetap jadi yang pertama kan?

Semoga Allah mudahkan prosesnya, semoga pilihan terbaik, karena yakin Allah selalu bersama niat niat baik.

Pancoran, 10.56 pm

Bye Bye Saja

Bye Bye Saja

Kehidupan tidak selalu berjalan seperti apa yang kita harapkan

Apalagi berjalan seperti yang orang lain pikirkan

Terlebih lagi tidak selalu sama dengan kisah kisah yang ditonton di televisi dan dibaca di buku buku motivasi kehidupan manapun

Pada kenyataannya kehidupan mengalir dengan kehendak Yang Maha Besar, bahkan hati yang bersemayam di dalam diri pun berpusat kendali padaNya

Lalu apadaya kita ini sebagai manusia yang selalu saja dihadapkan dengan berbagai pilihan dalam hidup?

Selalu saja dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan, pilihan pilihan, harapan harapan, kemungkinan kemungkinan yang berujung pada persimpangan

Syukur syukur kalau persimpangannya cuma dua. Bagaimana kalau tiga, empat atau lebih

Bagaimana cara menentukan pilihan? Bagaimana jika salah salah ambil keputusan lalu menyesal?

Bukankah Yang Maha Besar adalah yang sebaik baiknya mempunyai rencana dan takdir untuk para hambaNya? Lalu kenapa kita masih dihadapkan dengan pilihan pilihan?

Sesak memang, bingung memang dan khawatir terhadap kemungkinan kemungkinan selalu muncul

Wahai hati…wahai otak…wahai jiwa…wahai raga…wahai aku

Yang menciptakan kita sudah memberikan petunjuk, sebaik baik petunjuk, seterang terangnya pedoman…

Ketika dihadapkan dengan berbagai macam pilihan, mungkin cukup tanyakan 1 saja pertanyaan.

Pilihan mana yang membuat Tuhanmu ridho? Pilihan mana yang membuat hidupmu lebih berkah dan Allah cinta?

Sepertinya cukup dengan pertanyaan itu. Kau selalu bisa menemukan Allah dimanapun, kau bisa menemukan wahyuNya dalam Alquran dan kau bisa mencari tahu bagaimana sunah Rasulullah dalam hadits

Wahai diri…tetaplah pada jalan yang Allah ridho

Fokus pada yang penting penting saja. Kepada selain itu boleh ucapkan bye bye saja! 😀